Terkadang, anak-anak yang mengalami sindrom nefrotik mula-mula tidak merasakan tanda dan gejala apapun. Mereka terlihat seperti orang sehat.
Gejala awal yang mulai terlihat adalah terjadinya pembengkakan di sekitar mata, lalu pergelangan kaki dan kaki (ekstremitas bawah).
Pada penderita sindrom nefrotik, kadar protein dalam urine menjadi tinggi sehingga kadar protein dalam darah menjadi rendah. Hal ini yang menyebabkan terjadi pembengkakan. Dan kalau sudah parah, perut tampak membuncit dan pada anak laki-laki skrotum-nya (kantung pelir) membesar. Sementara itu, pada anak perempuan labia (bibir vagina) yang membesar.
Tes urine dan darah
Di rumah sakit, anak akan melalui pemeriksaan laboratorium seperti tes urine dan tes darah. Jika hasil tes menunjukkan kadar protein dalam urine lebih tinggi dari normal dimana warna urine kuning pekat atau kuning kecoklatan dan berbusa/berbuih, maka hal ini mengarah pada sindrom nefrotik. Sementara itu, hasil tes darah akan menunjukkan tingkat protein albumin (hipoalbuminemia) dan tingkat protein darah rendah (lebih kecil dari angka normal). Sedangkan, kadar kolestrol dan trigliserida dalam darah mengalami peningkatan.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.