“Rusia itu juga bagus, mereka spending-nya besar. Selalu di bintang 5 dan bintang 4. Jadi bisa dua ribu sampai tiga ribu dollar per orang,” katanya.
Seperti diketahui, seharusnya ada lima negara yang menjadi target untuk pembebasan visa, termasuk Australia. Namun, Australia dan Indonesia memiliki perbedaan sistem visa. Australia menggunakan sistem universal, sementara Indonesia menggunakan sistem resiprokal. Sehingga tinggal empat negara yang menjadi fokus Menpar.
Setelah urusan empat negara tersebut selesai, Arief Yahya akan mulai fokus untuk mencari negara pengganti Australia. Negara tersebut disinyalir berasal dari kawasan Timur Tengah.
“Saya akan menyelesaikan empat ini dulu. Baru nanti negara sebagai penggantinya Australia,” tutupnya.
(Johan Sompotan)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.