Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kelalaian Obat Anestesi, Dokter Harus Profesional

Marieska Harya Virdhani (Okezone) , Jurnalis-Senin, 23 Februari 2015 |12:02 WIB
Kelalaian Obat Anestesi, Dokter Harus Profesional
Kelalaian obat anestesi (Foto: Pelayocosmetic)
A
A
A

KASUS kesalahan pemberian obat anestesi seperti di Rumah Sakit (RS) Siloam Karawaci, Tangerang, menjadi cambuk bagi dunia medis. Hal itu tegas diungkapkan Direktur Utama Rumah Sakit Olahraga Nasional (RSON) dr Basuki Supartono, SpOT, FICS, MARS saat peresmian Asosiasi Klinik Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI), Cibubur, Depok, Minggu 22 Februari 2015.

Menurutnya kejadian tersebut, merupakan keprihatinan di kalangan dokter dan dunia medis. Hal itu membuat pelajaran dan hikmah bagi dokter lainnya dalam menggunakan obat anestesi.

"Kami tentu prihatin. Saya tidak tahu persis kejadiannya. Tapi ini cambuk buat kita, harus lebih hati-hati bagi individual ataupun kelembagaan," jelas Basuki.

Menurut Basuki, dugaan kelalaian bisa diusut dan dicari tahu berdasarkan rantai distribusi obat. Di setiap jalur, kata dia, pasti sudah memperhatikan quality control.

"Apa mungkin ada kelalaian, apakah di produsen atau di BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan-red). Appoval kan di BPOM, atau di RS sebelum digunakan dokter sebagai operatornya, rantainya cukup panjang. Quality control harus semua rantai, semua titik tidak bisa lepas," tegasnya.

Ia menambahkan, di tingkat klinik, kejadian tersebut paling tidak menguatkan mental para dokter. Setiap klinik, lanjutnya, dituntut harus profesional, tak bisa asal-asalan.

"Harus profesional demi keamanan pasien. Memang berat, kalaupun itu ada sisi pidananya misalnya, lalai out of the control ini jadi cambuk buat kita, sebab harus mempertanggungjawabkan," tegasnya.

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement