Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kemahiran Masak Chef Muto Warisan Sang Bapak

Santi Andriani , Jurnalis-Senin, 16 Februari 2015 |19:02 WIB
Kemahiran Masak Chef Muto Warisan Sang Bapak
Chef Muto (Foto:Okezone)
A
A
A

KEMAHIRAN Chef Muto dalam memasak adalah warisan dari almarhum sang ayah, Sultoni. Muto kecil, lebih sering melihat Bapaknya memasak dan dari situlah ia jadi cinta memasak.

Lelaki bernama asli Mutofik Sultoni ini mengaku dulu sempat bingung, mengapa justru sang ayah yang sangat pandai memasak, ketimbang sang ibu, Murnaeni. Siapa sangka, kemampuan memasak itu justru menurun kepadanya, hingga menjadi chef yang terkenal hingga sampai ke mancanegara.

"Ketimbang Mamak (ibu-red), Bapak yang lebih banyak masak. Bapak sering masak buat anak-anaknya. Kalau Mamak, malah kadang-kadang kalau ada tembok yang sudah mulai jamuran, Mamak yang suka bersihin, kebalik memang," katanya sambil tertawa ketika berkunjung ke Kantor Redaksi Okezone, di Gedung HighEnd, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (16/2/2015).

Muto, anak kedua dari empat bersaudara itu mengenang, sang bapak dulu paling suka membuatkan hidangan dari belut dan tulang ikan yang diolah sebagai sop. Muto kecil heran, karena tulang atau duri ikan bisa diolah menjadi hidangan yang enak. Tapi dari situlah ia mulai paham bahwa bahan makanan apapun sebenarnya bisa diolah menjadi hidangan yang lezat.

"Bukan dagingnya, tapi tulang dan duri ikan dimasak. Tapi setelah dicoba kok rasanya ya enak. Dari situ aku mulai paham, masak ternyata tidak perlu memakai bahan-bahan yang susah-susah, dan sejak itu aku mulai belajar masak," kata pria kelahiran Tegal, Jawa Tengah, 36 tahun silam ini.

Sejak saat itu, ia mulai iseng-iseng belajar memasak sendiri di rumah. Bahkan ketimbang membantu orangtuanya memacul di sawah, tangan Muto justru lebih terampil ketika memasak di dapur. Dia mengenang, sang bapak akan kesal jika mengajak Muto ke sawah dan menyuruhnya mencangkul.

"Kalau macul kena batu, aku langsung bilang susah, keras, padahal ya kalau diambil pakai tangan yang sebenarnya bisa, enggak susah. Makanya bapak paling malas kalau ngajak saya ke sawah," ujarnya lagi.

Masakan pertama Muto adalah sup sayur dan sambal yang ia buat sendiri ketika duduk di bangku kelas enam sekolah dasar. Saat itu ia sengaja membuatkan hidangan untuk makan siang ketika ayah dan ibunya pulang dari sawah. Meski tidak menanyakan bagimana rasanya, tapi ia senang karena kedua orangtuanya makan hasil masakannya.

"Pas mereka pulang aku masuk kamar dan ngintip mereka berdua makan, tapi ya enggak tahu deh (komentar orangtua-red), mungkin mereka ceritanya setelah aku enggak ada di rumah," pungkas bapak satu anak.(yac)

(Tuty Ocktaviany)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement