Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tips Mengolah Gulai Otak

Devi Setya Lestari , Jurnalis-Senin, 16 Februari 2015 |14:13 WIB
Tips Mengolah Gulai Otak
Gulai otak masakan khas Padang (Foto:Commons)
A
A
A

GULAI otak sapi merupakan masakan khas Padang, Sumatera Barat. Meskipun untuk mengolahnya tidak dibutuhkan keahlian atau teknik pengolahan khusus, namun beberapa tips bisa membantu Anda menghasilkan gulai otak yang enak dan lezat.

Dalam tayangan Junior MasterChef Indonesia (JMCI) musim kedua, yang ditayangkan stasiun RCTI, episode Minggu, 15 Februari 2015 petang, Chef Marco dari Marco Padang Grill memberikan sejumlah tips bagaimana mengolah otak sapi menjadi hidangan gulai yang lezat.

Rebus otak

Untuk membuat gulai otak atau olahan lain berbagan dasar otak sapi atau kambing, pastikan Anda merebusnya terlebih dahulu. Otak direbus selama 10 hingga 15 menit dalam air mendidih hingga berubah warna. Baru kemudian otak bisa dibumbui sesuai selera.

Beri garam dan daun jeruk purut

Otak sapi atau kambing memiliki bau amis yang lebih banyak ketimbang daging bagian lainnya. Untuk menyiasati hal ini, tambahkan sedikit garam dan beberapa lembar daun jeruk purut pada air rebusan. Aroma daun jeruk yang segar bisa mengurangi amis dari otak. Ketika menggunakan daun jeruk purut, sebaiknya robek-robek daun agar aromanya lebih keluar saat direbus.

Bersihkan kulit ari dan seratnya

Setelah direbus, bersihkan terlebih dahulu kulit ari dan serat-serat yang melekat pada bagian otak. Setelah bersih, otak sapi atau kambing sebaiknya dipotong-potong ukuran sedang baru kemudian diolah menggunakan bumbu gulai yang telah dihaluskan. Gunakan bumbu yang banyak, agar dapat meresap hingga ke bagian dalam otak. (ndr/yac)

(Tuty Ocktaviany)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement