Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenikmatan Teh Tergantung Lama Menyeduh

Santi Andriani , Jurnalis-Kamis, 15 Januari 2015 |20:12 WIB
Kenikmatan Teh Tergantung Lama Menyeduh
Kenikmatan teh tergantung lama menyeduh (Foto: Santi Andriani/Okezone)
A
A
A

Sebenarnya pengunjung juga tidak akan dipusingkan dengan meracik dan menyeduh tehnya sendiri. Karena pramusaji sejak awal menyuguhkan baki atau nampan, teh pilihan konsumen sudah dimasukkan dalam sebuah tea pot dan timer sudah dipasang. Sampai di meja, kemungkinan teh sudah matang dan tamu tinggal menuangnya dalam cangkir.

Tapi jika Anda ingin merasakan sendiri pengalaman menyeduh, dan tentunya mau sedikit agak repot, Anda bisa mengatakan pada pramusaji bahwa Anda ingin melakukannya sendiri. Menuang racikan teh, memasang timer dan menunggu hingga matang, lalu menuangkannya sendiri ke dalam cangkir keramik. Kepuasan Anda menikmati teh mungkin akan bertambah besar.

Seperti sore tadi, Okezone disuguhkan dua cangkir teh yang berbeda. Cangkir pertama adalah teh oolong dingin. Cara penyeduhan seperti dinamakan cold brew, yaitu teh diseduh dalam air hangat sekitar 70 sampai 80 derajat Celcius, kemudian disimpan dalam lemari es hingga sekira empat jam, baru setelah itu dinikmati.

Teh kedua yaitu Indonesian Genmaicha yang disuguhkan dalam keadaan hangat. Ratna mengatakan teh ini memiliki cita rasa yang khas karena ditumbuk bersama beras yang dipanggang. Meski kedua teh berasal dari luar negeri, yaitu teh oolong dari Tiongkok dan teh genmaicha dari Jepang, tapi di kedai teh Gaia, semua daun teh sudah 100 persen ditanam di perkebunan teh lokal, yaitu seperti di Jawa Barat dan Bengkulu.

Kedua teh yang saya nikmati tentu tanpa gula, karena memang seperti ini cara yang sebenarnya minum teh di negeri asalnya. Meski tanpa gula, teh tidak berasa pahit di mulut, melainkan tetap segar. Seperti yang Ratna sampaikan, kenikmatan teh sangat tergantung dari berapa lama menyeduhnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement