"Menurut saya harus ada perbaikan, khususnya kendala obat yang sering terlambat datang. Perhatian saya adalah tahun depan BPJS ini harus lebih baik. Harus ada perbaikan-perbaikan," tuturnya.
Selain itu, lanjut Zaenal, penyebaran dokter di sejumlah daerah perlu diperbanyak untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.
"Kalau saya fokusnya itu penyebaran dokter. JKN hanya satu aspek, yaitu pelayanan kesehatan per orang, berarti kan aspek finansial. Nah, yang lebih penting itu adalah faskes (fasilitas kesehatan) dan sumber daya manusia (dokter). Kalau kartunya (BPJS) merata, tapi SDM tidak ada, sama saja bohong. Lalu, mereka mau berobat ke mana lagi?" tambahnya.
Dia mengemukakan jumlah dokter umum di Indonesia mencapai 110.776 orang, sedangkan dokter spesialis 19.367 orang. Selama ini dokter spesialis yang selalu digadang-gadang hanya empat, yakni spesialis anak, penyakit dalam, kandungan, dan bedah.
"Saya mendorong pemerintah untuk memerhatikan lagi. Ke depan boleh dikata karyawan BUMN sudah ikut BPJS, begitu juga swasta, termasuk peserta mandiri yang anggota keluarganya pun bisa berbondong-bondong masuk menggunakannya. Artinya, Pelaksana Pelayanan Kesehatan Tingkat Puskesmas (PPK1) harus menyebar," pungkasnya.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.