TESTIS merupakan pabrik sperma yang bekerja baik pada suhu tubuh normal, yaitu 36-37 derajat. Jika terpapar suhu panas, sperma akan mati atau rusak, sehingga dapat memengaruhi kesuburan pria.
Orang yang bekerja atau sering berada di lingkungan dengan paparan suhu tinggi, cenderung memiliki sel sperma yang terganggu. Sebut saja koki, pengendara motor, operator mesin fotocopy, atau pekerja pabrik yang bekerja di ruangan panas.
Berkenaan dengan perubahan suhu, kantung buah zakar memiliki semacam sensor suhu. Jika suhu terlalu dingin, otomatis kantung akan mengerut untuk mengambil panas dari tubuh. Sebaliknya, jika terlalu panas, kantung akan mengendur untuk menjauhi tubuh.
Kerusakan sperma akibat suhu panas dapat dilihat dari tiga segi, yakni konsentrasi sperma, kecepatan (mobilitas), dan bentuk (morfologi) sperma. Dampak dari pemanasan dapat membuat kuantitas sperma berkurang, bergerak lambat, atau berbentuk tidak normal.