Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bagaimana Karakter Mental Anda dalam Menghadapi Stres?

Erika Kurnia , Jurnalis-Kamis, 27 November 2014 |10:13 WIB
Bagaimana Karakter Mental Anda dalam Menghadapi Stres?
Mekanisme pertahanan diri (Foto: Sharewhy)
A
A
A

SETIAP orang memiliki cara yang berbeda dalam menghadapi berbagai masalah. Ini karena setiap orang memiliki pertahanan diri yang berbeda.

Menurut pakar kesehatan jiwa, Dr. Danardi Sosrosumiharjo, SpKJ (K) dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia, mekanisme pertahanan diri adalah mekanisme adaptasi seseorang untuk menyesuaikan diri dan menangkal kecemasan.

"Mekanisme defens (Pertahanan diri-red) adalah penyesuaian untuk menangkal ketidakseimbangan," tuturnya dalam seminar bersama Pfizer dengan topik "Kesehatan Jiwa: Bagaimana Menghadapi Stres", di Ancol, Jakarta Utara, belum lama ini.

Seringkali orang menghadapi stres dengan mekanisme pertahanan diri yang negatif. Secara psikologis, bila seseorang cenderung menghadapi masalah atau stres dengan pertahanan diri berikut ini, orang tersebut bisa dikatakan sakit secara kejiwaannya.

Menyangkal

Kondisi ini terjadi bila seseorang sering menyangkal atau mengingkari kebenaran yang telah dibuktikan atau dilakukan.

Dissosiasi

Apa yang Anda lakukan saat sakit hati pada seseorang? Apakah Anda pernah bersikeras untuk melupakan orang, atau sesuatu, yang Anda tidak sukai. Ini adalah bentuk mekanisme defens dissosiasi.

Proyeksi

Proyeksi adalah bentuk mekanisme defens dengan menyalahkan suatu masalah yang dibebankan padanya kepada orang lain.

Displacement

Kondisi ini dapat terjadi ketika amarah atau kekesalan pada seseorang dialihkan kepada objek lain yang memiliki hubungan dengan orang yang dibenci.

Introjeksi

Tak sedikit dari kita yang menyalahkan diri sendiri saat menemui masalah yang bukan dilakukannya. Bagi sebagian orang mungkin ini terdengar mulia, namun ini tidak cukup sehat untuk dilakukan.

Reaksi formasi

Kondisi ini terjadi bila seseorang mencoba mengalihkan masalah dengan bertindak sebaliknya dari tujuan adanya tekanan. Reaksi ini cenderung pada perilaku mengabaikan.

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement