Dikatakan Prof Juffrie, banyak hipotesis yang mendasari terjadinya kolik. Antara lain yakni adanya gangguan fungsi gastrointestinal, intoleransi makanan, aktivitas laktase rendah, ketidakseimbangan microflora usus hingga bayi alergi terhadap protein susu sapi.
"Bayi berusia tiga-empat bulan saluran cernanya belum sempurna termasuk enzim laktase hanya 70 persen. Akibatnya makanan yang mengandung laktosa tidak dicerna baik, sehingga membuat bayi kembung karena menghasilkan gas," imbuhnya.
Inilah salah satu penyebab bayi rewel karena adanya ketidaknyamanan pada usus. Pengaruhnya akan menimbulkan masalah baru dalam sebuah keluarga.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.