LABILNYA perilaku remaja sering kali membawa mereka ke zona merah. Zona di mana mereka terbawa oleh pergaulan bebas. Korban dari seks bebas kebanyakan adalah kalangan remaja. Banyak penyebab mengapa remaja banyak yang terlibat.
Banyak remaja yang melakukan hubungan intim tanpa terlebih dahulu mengenal satu sama lain. Semasa kecil, tiap orang mempunyai kebutuhan emosional yang diperankan oleh orangtua. Seiring dengan berjalannya waktu, kebutuhan ini bukan hanya bersumber dari orangtua, teman sesama jenis bahkan lawan jenis ikut andil dalam memenuhi kebutuhan emosional ini.
“Saat dia menginjak usia remaja, kebutuhan emosional bukan hanya dari orangtua, tapi dari teman dan lawan jenis,” tutur psikolog Roslina Verauli M.psi kepada Okezone saat dihubungi melalui telefon, Senin (24/11/2014).
Sering kali para remaja yang haus akan rasa penasaran ini menyalahartikan kebutuhan emosional ini sebagai kebutuhan seksual. Di sinilah peran orangtua sangat dibutuhkan dalam pemenuhan kebutuhan emosional sang anak.
“Sebelum anak dicap jelek, orangtua harus bertanya kepada diri sendiri, sudahkah memenuhi kebutuhan emosional anak atau belum. Orangtua wajib untuk memberikan kasih sayang dalam membesarkan anak dan memberikan pendidikan yang memadai,” tandasnya. (yac)
(Tuty Ocktaviany)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.