Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Alasan Anda Gagal Turunkan Berat Badan

Erika Kurnia , Jurnalis-Senin, 24 November 2014 |02:17 WIB
Alasan Anda Gagal Turunkan Berat Badan
Alasan gagal diet (Foto: Boldsky)
A
A
A

BANYAK orang melakukan usaha menurunkan berat badan, tetapi tidak semua mencapai hasil yang diinginkan. Orang sering menyerah di tengah jalan tanpa menyadari hal mendasar yang perlu diperbaiki dalam usaha menurunkan berat badan.

Pada artikel ini, kita dapat melihat beberapa perilaku diet salah yang sering dilakukan orang, sebagaimana dilansir dari Boldsky.

Sarapan terlalu ringan

Salah satu alasan utama Anda tidak kehilangan berat badan adalah sarapan Anda terlalu ringan atau sering terlewat. Melewatkan sarapan, seperti yang sudah diketahui, memperlambat laju metabolisme tubuh yang sering menjadi penyebab kegemukan.

Makan nasi di malam hari

Terlalu banyak karbohidrat dalam diet Anda juga bisa menjadi alasan. Kebiasaan mengonsumsi nasi, terutama pada malam hari, perlu Anda ubah. Karbohidrat berlebih sering disimpan sebagai lemak dalam tubuh dan harus dihindari sebisa mungkin dalam pencarian Anda untuk menurunkan berat badan.

Lupa mengatur makan setelah olahraga

Walaupun telah banyak keringat yang Anda keluarkan melalui olahraga, makan berlebihan hanya akan memperlambat kemampuan tubuh Anda untuk membakar lemak di daerah yang tidak diinginkan. Selalu ingat untuk menyeimbangkan asupan kalori dengan pengeluaran.

Atur jarak makan

Makanlah setidaknya tiga kali sehari dan pastikan Anda tidak drastis mengurangi waktu Anda makan dalam sehari. Perubahan drastis dalam jumlah waktu makanan akan memperlambat metabolisme tubuh Anda, yang berimbas pada gagalnya usaha penurunan berat badan.

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement