Lebih lanjut, meski tidak akan tampil di DFK, Priyo akan terus berkarya. Bahkan dia berkomitmen untuk memajukan dunia mode tanah air.
“Saya bukan berhenti, tapi justru ingin memajukan fashion Indonesia melalui kesempatan yang saya berikan ini, agar desainer muda tadi bisa seperti Priyo," jelasnya.
Lebih lanjut, di DFK tahun ini, Priyo menghadirkan 13 busana yang menggambarkan keindahan eksotisme hutan Afrika. Melalui koleksinya ini, Priyo bak mengajak menyusuri hutan Afrika yang dipenuhi dengan rerimbunan pohin dan tumbuhan langka. Cerita tentang birunya langit dan sisi eksotis benua hitam, dituangkannya ke dalam satu jenis busana yang tak lekang oleh waktu, yakni jeans.
"Saya senang sekali dengan Benua Afrika. Di sana ada banyak bunga-bunga liar, pepohonan, bebatuan alam yang berkilauan, dan beragam kisah eksotis yang memberikan banyak ide di kepala saya untuk mendesain baju kali ini," katanya.
Benua Afrika memiliki banyak inspirasi yang dapat menjadi paduan unik dalam menghasilkan sebuah karya. African Blu lantas dimainkan di atas permukaan jeans yang divariasikan dengan palet biru pada keseluruhan koleksi.