“Ada empat stadium yang menentukan keparahan, prognosis (perkiraan dan evaluasi penyakit), dan pengobatan kanker ini. Mulai dari stadium nol di mana sel-sel kanker baru ditemukan di lapisan kolon (usus besar), sampai pada stadium empat jika kanker sudah menyebar ke organ tubuh yang lain,” tutur Prof. Dr. Abdul Muthalib, SpPD KHOM., dalam seminar tentang pengobatan terbaru kanker kolorektal, di Jakarta, baru-baru ini.
Menurutnya, untuk memeriksa adanya kanker ini, dokter dapat memeriksakan gizi dan riwayat penyakit pasien, pengecekan kadar hemoglobin, colok dubur, endoskopi, pemeriksaan benjolan kelenjar limfe dan hati, USG perut, hingga MRI hati dapat dilakukan pada tahap awal.
Jika sudah positif kanker kolorektal, setidaknya ada tiga metode yang dapat diberikan kepada pasien. Yaitu operasi pengangkatan sel kanker atau pemotongan sebagian daerah usus, kemoterapi, dan terapi target. Untuk pengobatan, setidaknya ada lima lini terapi obat yang dapat diberikan kepada pasien.
“Dengan mengenal adanya penyakit ini, kanker kolorektal bisa dicegah dan diobati sedini mungkin. Ini juga dapat menambah rasio kesintasan (harapan hidup),” tutupnya.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.