ALLEIRA Batik kembali menggelar peragaan busana tunggal. Acara yang digelar di Hotel Mulia Senayan, Jakarta itu mengambil tema “La Femme de Fleurs”.
Dalam koleksi kali ini, Alleira mencoba memoles dan mengangkat keindahan batik, yang dibuat di atas kain sutera. Berbagai kejutan pun dihadirkan. Tidak hanya dari material seperti jacquard, organza ataupun velvet, tapi juga teknik yang digunakan untuk membuat busana seperti teknik emboss serta variasi benang metalik. Alleira juga berinovasi dengan material yang kurang lazim digunakan dalam pengaplikasikan batik. Dalam peragaan tersebut, Alleira menghadirkan busana untuk berbagai usia. Selain itu, desainnya pun lebih matang dan modern.
Untuk peragaan tersebut, Alleira menghadirkan beberapa sequences. Pertama yakni, Nocturne Jardin. Makna dari koleksi ini adalah keindahan akan selalu terlihat dan memberi pengaruh, meski dalam gelapnya malam. Karenanya, pada koleksi ini warna yang digunakan didominasi oleh hitam dengan kombinasi motif batik dalam sentuhan warna jingga, hijau, ungu, dan abu-abu, di atas kain ATBM, supersilk, organza, velvet, serta sequin. Untuk menghadirkan kesan anggun, lace, detail geometris bergaya kontemporer, ornamen pada border, juga kain tile dilibatkan dan bersanding selaras dengan motif batik khas Alleira.
Di sequence kedua, Alleira menampilkan koleksi yang dikemas dengan nama Petale & Plis. Filosofi dari koleksi ini adalah di balik keindahannya dan kelembutannya yang mudah terbawa arus, bunga justru bisa menjadi kekuatan perubahan dari setiap gelombang yang membawanya. Itulah sebabnya sequence ini menghadirkan warna putih dan abu-abu, dengan sentuhan hitam dan biru serta warna metalik di atas material ATBM, supersilk, lace, organza, dan jacquard. Ditambah unsur detail lace, lipit, ruffles, serta siluet yang menonjolkan feminitas wanita.
Sedangkan di sequence ketiga yakni La Recreation. Koleksi ini mencerminkan sisi keceriaan yang dihadirkan dari bunga. Warna-warna bunga yang segar memang memberi pengaruh besar kepada siapapun untuk bisa merasakan pesan-pesan kebahagiaan dan keceriaan dalam hidup. Koleksi yang menggunakan material cotton dobby, tulle dan taffeta ini banyak memainkan paduan warna-warna alam yang menyegarkan seperti merah, jingga, kuning, hijau, dan ungu yang berpadu cantik dengan hitam, biru, serta putih.
Untuk sequence ketiga, La Couronne Le Reine menggali keunikan batik Betawi. Alleira menghadirkan beragam selendang, stola, dan juga syal dari satin silk dan ATBM berhias motif khas Betawi. Disempurnakan dengan warna-warna Alleira yang khas, batik bercorak cantik ini pun tampil begitu modern sekaligus menawan, layaknya tahta seorang ratu.
Sequence ke empat yakni Belle Femme. Mempercantik wanita usia dari berbagai penjuru dunia adalah salah satu tujuan Alleira dengan tetap mengedepankan keindahan batik serta desain busana yang modern, anggun, namun nyaman. Karena itulah dalam sequence dengan paduan warna yang sangat bervariasi namun memiliki nilai keselarasan yang tinggi. Tiap busana yang ditampilkan dibuat dari kain batik dari ATBM, jacquard, organza, velvet, serta chiffon silk.
Sebagai sequence penutup, Alleira menghadirkan Fleurs de Rosee. Koleksi busana wanita yang menegaskan hakikat wanita yang lembut namun menebar romantisme dan kesegaran yang optimal. Berangkat dari pemahaman tersebut, koleksi yang menggunakan material ATBM, organza, velvet, dan jacquard ini memilih paduan warna-warna alam yang cantik, yang berinspirasi dari batu-batu mulia seperti merah, hijau, ungu, kuning, juga hitam. Tak ketinggalan hadirnya detail cantik yang memadukan batik dengan organza, jacquard dengan velvet, lace dengan tule, serta kristal Swarovski, yang membuat tiap busana terlihat memukau.
(Ainun Fika Muftiarini)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.