SELAMA ini pelaku industri fesyen berusaha untuk selalu memberikan yang terbaru kepada konsumen untuk menghindari kejenuhan mereka. Namun Alleira sebagai brand lokal yang mengusung konsep batik merasa bahwa kejenuhan terjadi dari desainer, bukan konsumen.
Selama ini untuk memenuhi keinginan pelanggan, pelaku industri fesyen dituntut untuk selalu memberikan yang baru demi menyediakan kebutuhan konsumen. Pasalnya, hal ini dilakukan semata-mata untuk mengatasi kejenuhan yang akan dirasakan konsumen ketika para desainer busana tidak berinovasi.
Namun yang ditemukan oleh Alleira di lapangan, kejenuhan terjadi pada kalangan desainer, bukan konsumen. “Ketika kita sudah berada di titik tertentu dari tangga kesuksesan, justru itu harus diwaspadai karena rasa jenuh akan muncul,” kata Anita Asmaya Sanin selaku Creative Director Alleira pada awak media di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Senin (18/8/2014).
“Kalau pasar tidak ada titik jenuhnya. Pasar selama kita produksi yang baru, beda sekalipun, respon mereka positif. Bahkan mereka lebih kepada menunggu, hal baru apa yang akan disajikan oleh kami,” imbuh Anita.
Berangkat dari hal tersebut, Anita merasa bahwa itu adalah sebuah acuan bagi para desainer atau pelaku industri fesyen untuk membuat sesuatu yang baru. “Selain inovasi juga dibutuhkan keseriusan, komitmen kita untuk terus mengembangkannya. Itupun menjadi sebuah motivasi untuk berinovasi,” tutupnya.
(Fitri Yulianti)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.