Advertisement
Advertisement

Nakes Puskesmas Perlu Pelatihan Tangani Gangguan Jiwa

Helmi Ade Saputra , Jurnalis-Sabtu, 11 Oktober 2014 |06:23 WIB
Nakes Puskesmas Perlu Pelatihan Tangani Gangguan Jiwa
Penderita gangguan jiwa diharapkan bisa ditangani puskesmas (Foto: Veganmagazine)
A
A
A

UNDANG-UNDANG Kesehatan Jiwa sudah berlaku 8 Agustus 2014. Namun dari sekira 9.000 Puskesmas yang ada di Indonesia, kurang lebih hanya 1.000 yang bisa memberikan layanan kesehatan jiwa.

Namun, Ketua Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI) Bagus Utomo mengatakan, saat ini sudah ada beberapa perbaikan yang dilakukan oleh pemerintah. Namun, masih banyak tenaga kesehatan di Puskemas yang harus diedukasi mengenai kesehatan jiwa.

“Masih ada tenaga kesehatan yang tidak memberikan obat jangka panjang, karena mungkin mereka tidak tahun. Jadi, mungkin perlu pelatihan tentang penanganan gangguan jiwa. Artinya, harus diperbanyak dilakukan pelatihan kepada dokter dan perawat jiwa,” ujarnya kepada Okezone Rumah Singgah KPSI, Jl Limo No, 26a, Jakarta Timur, belum lama ini.

Dibanding harus menilai pelayanan kesehatan jiwa berbagai Puskesmas di Jakarta, Bagus Utomo lebih memilih menyoroti  kondisi di daerah-daerah. Seperti kita ketahui bahwa akses masyarakat untuk mencapai Puskesmas masih cukup jauh, sehingga mereka cukup kesulitan memperoleh layanan kesehatan jiwa.

“Sedangkan obat harus terus tersedia. Jadi, harus ada perbaikan sistem, yaitu mendekatkan Puskesmas terhadap masyarakat yang dilayani supaya mereka tidak jauh-jauh. Sedanngkan, kalau letak geografisnya sulit harus dilakukan cara lain. Misalnya, pada hari tertentu masyarakat berkumpul, kemudian mobil operasional akan menjemput membawa ke RSUD, itu pasti memudahkan,” tutupnya.

(Ainun Fika Muftiarini)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement