BERBAGAI macam teknologi mutakhir saat ini tengah mapan di ciptakan. Seperti pengrajin batik asal Amerika Serikat yang menciptakan alat membatik dengan alat modern.
Iwet Ramadhan yang dikatakan sebagai orang pelestari batik tradisional, merasa tidak khawatir dengan adanya model canting dan pemasak malam untuk batik tersebut. Menurutnya, hal itu tidak merusak estetika dari batik itu sendiri.
Dia pun sangat yakin bahwa batik yang diciptakan lewat jalan tradisional akan memiliki model dan warna yang tentunya berbeda dengan yang dikemas modern.
“Saya pikir itu kemajuan ya dan itu sah-sah saja. Toh, tidak mengurangi esensi dari batik itu sendiri,” jelasnya kepada Okezone di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Selasa, 21 Januari 2014.
“Batik yang ditulis dengan canting tradisional, esensinya lebih dapat dibanding menggunakan alat tersebut. Tapi, tak ada salahnya kalau mau pakai yang modern, monggo. Tradisional juga monggo,” katanya.
Iwet mengaku belum pernah menggunakan alat membatik modern tersebut. Dia lebih suka membatik dengan menggunakan tungku dari tanah liat.
(Tuty Ocktaviany)