Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bayi Pura-Pura Nangis Pererat Hubungan Emosional dengan Ibu

Qalbinur Nawawi , Jurnalis-Sabtu, 18 Januari 2014 |10:55 WIB
Bayi Pura-Pura Nangis Pererat Hubungan Emosional dengan Ibu
Bayi pura-pura nangis (Foto: Google)
A
A
A

ORANGTUA terkadang berpikir ketika bayi mereka menangis hanya untuk mendapatkan perhatian. Dan sebuah studi terbaru dari Jepang mengungkapnya, bahwa bayi bisa pura-pura menangis. Benarkah?

Dalam studi kecil, seorang peneliti menganalisis teriakan dua bayi selama enam bulan. Peneliti berusaha mencari indikasi emosi sebelum menangis -- seperti suara tertekan, meringis, perubahan bibir bawah, senyum dan tawa- dan setelah berhenti menangis.

Kemudian, peneliti menemukan bahwa anak-anak hampir selalu bahagia sebelum mereka mulai menangis, dan setelah berhenti menangis. Tetapi dalam satu contoh, bayi berusia 11 bulan menunjukkan emosi positif dalam beberapa detik terakhir sebelum menangis yang terjadi saat ibu meninggalkan sejenak selama bermain, dan cepat tersenyum lagi setelah ibunya balik lagi.

"Munculnya tangisan bayi itu merupakan kesengajaan agar mendapat perhatian ibunya. Dan hal itu sebagai pesan komunikasi bahwa ia ingin datang mendekat kepadanya dan bermain bersamanya lagi," kata Hiroko Nakayama, dari University of Sacred Heart di Tokyo, menulis di edisi Desember di jurnal Infant Behavior and Development.

"Munculnya tangisan pada kondisi itu, merupakan contoh bayi pura-pura menangis," sambung Nakayama, seperti dilansir Foxnews.

Nakayama menerangkan pada konteks ini, istilah "pura-pura" tak boleh dianggap sebagai hal negatif. Interaksi yang terjadi saat seorang ibu menanggapi bayinya menangis bahkan pura-pura menangis,  memberikan berkontribusi besar tak hanya untuk pembangunan sosial bayi tetapi juga untuk perkembangan emosionalnya.

"Bayi yang mampu pura-pura menangis, mungkin juga berhasil berkomunikasi pada pengasuhnya setiap hari. Dimana pura-pura menangis bisa menambahkan keeratan hubungan mereka," terang Nakayama
 
Anak yang suka pura-pura menangis -sebut saja bayi R, juga memiliki episode benar-benar murni menangis. Bayi ini bisa menangis karena dia harus bersaing dengan dua saudaranya yang lain untuk mendapat perhatian ibunya, sementara bayi lain - sebut saja bayi M, juga masih bayi, kata Nakayama.

(Dwi Indah Nurcahyani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement