Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penyebab Orang Kena Kanker Paru-Paru

Helmi Ade Saputra , Jurnalis-Jum'at, 06 Desember 2013 |13:26 WIB
Penyebab Orang Kena Kanker Paru-Paru
Nelson Mandela (Foto: Askmen)
A
A
A

NELSON Mandela meninggal dunia karena infeksi paru-paru selama bertahun-tahun. Namun, gangguan pernapasan tidak hanya infeksi paru-paru, melainkan juga terdapat kanker paru-paru yang bisa mematikan.

Para peneliti telah menemukan beberapa penyebab dari kanker paru-paru dan kebanyakan karena penggunaan tembakau. Berikut ini beberapa penyebab dari kanker paru-paru, seperti dilansir Blackdoctor.

Kebiasaan merokok

Merokok dapat menyebabkan kanker paru-paru karena zat berbahaya seperti karsinogen dalam tembakau dapat merusak sel-sel di paru-paru. Seiring dengan berjalannya waktu, sel-sel yang rusak tersebut dapat berubah menjadi kanker. Oleh sebab itu, sangat dipengaruhi kapan seseorang memulai merokok. Selain itu, kanker paru-paru juga bisa dikaitkan dengan berapa lama seseorang telah merokok, jumlah rokok yang dihisap per hari, dan seberapa dalam perokok menghirupnya. Jadi, berhenti merokok sangat mengurangi risiko seseorang untuk mengembangkan kanker paru-paru.

Cerutu dan pipa

Perokok dengan pipa cerutu memiliki risiko lebih tinggi kena kanker paru-paru dibanding bukan perokok. Seberapa lama seseorang sudah merokok, jumlah pipa dan cerutu yang dihisap per hari, dan seberapa dalam seseorang menghisap cerutu memengaruhi risiko kanker paru-paru.

Lingkungan asap tembakau

Lingkungan dengan asap tembakau sangat dimungkinkan membuat seseorang mengembangkan kanker paru-paru. Hal ini juga termasuk ketika Anda sedang berada dekat dengan orang yang merokok, meskipun bukan perokok.

(Tuty Ocktaviany)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement