Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Wawancara Eksklusif Kepala Museum Sejarah Jakarta

Tak Ingin seperti Museum Nasional, Museum Fatahillah Tambah CCTV

Winda Destiana , Jurnalis-Jum'at, 06 Desember 2013 |14:15 WIB
Tak Ingin seperti Museum Nasional, Museum Fatahillah Tambah CCTV
Museum Fatahillah Dipugar (Foto: Arfiansyah/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Demi mengantisipasi tindakan pencurian barang yang pernah terjadi di Museum Nasional beberapa waktu lalu, Museum Fatahillah akan menambah pemasangan closed-circuit television (CCTV) di dalam maupun luar area museum. Tak ketinggalan, penambahan jumlah personel keamanan.
“Kami berusaha mencegah terjadinya pencurian koleksi yang ada di dalam museum agar kejadian seperti di Museum Nasional tak terulang,” kata Enny Prihantini, Kepala Museum Sejarah Jakarta (Museum Fatahillah), saat wawancara eksklusif dengan Okezone, belum lama ini.
Kejadian pencurian yang pernah dialami Museum Nasional atau Museum Gajah membuat salah satu koleksi benda purbakalanya hilang. Para pencuri bisa mengalahkan sistem alarm dan CCTV yang terpasang di museum tersebut.
Akibatnya, sebanyak empat benda bersejarah hilang hingga mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit. Berkaca dari pengalaman tersebut, pengelola Museum Fatahillah kini lebih berhati-hati.
Selama proses pemugaran, Enny juga menjamin bahwa tidak akan ada barang koleksi yang hilang. “Semuanya sudah diletakkan di tempat yang aman karena banyak pekerja juga yang wara-wiri, kami usahakan semua koleksi tetap utuh,” tambahnya.
Sebelumnya, di Museum Fatahillah terpasang 60 unit kamera CCTV. Namun, hal tersebut dirasa belum cukup memadai demi menjaga koleksi di dalam museum tetap aman.
Museum Fatahillah atau juga dikenal sebagai Museum Sejarah Jakarta atau Museum Batavia ini dulunya adalah sebuah Balai Kota yang dibangun pada tahun 1707-1710 atas perintah Gubernur Jenderal Johan van Hoom. Bangunan ini terdiri dari bangunan utama dengan dua sayap di bagian barat dan timur serta ruang bawah tanah yang dijadikan penjara. Pada tanggal 30 Maret 1974 gedung ini kemudian diresmikan sebagai Museum Fatahillah.

(Fitri Yulianti)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement