Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rawan Tsunami, Peselancar Tertantang Taklukkan 72 Spot Ombak Mentawai

Rus Akbar , Jurnalis-Senin, 04 November 2013 |12:05 WIB
Rawan Tsunami, Peselancar Tertantang Taklukkan 72 <i>Spot</i> Ombak Mentawai
Peselancar menaklukkan ombak Mentawai (Foto: indonesiatravelglobe)
A
A
A

PADANG - Kalau Anda penggemar selancar, Anda ditantang untuk menaklukkan 72 titik ombak di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Tiga ombak di Mentawai merupakan 10 gelombang terbaik di dunia.

“Ada 72 spot ombak tersebar di Mentawai, mulai dari Silabu, Pagai Utara, Katiet di Sipora Selatan, dan Siberut bagian Selatan. Ada tiga ombak terbaik di antaranya Lances Right dan Macaronies. Tahun ini baru kita menyelenggarakan pertandingan surfing level internasional,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Mentawai, Desti Seminora, baru-baru ini.

Ombak paling banyak berada di Pulau Siberut. “Kita juga sudah menyiapkan 15 resor yang sudah siap dikunjungi oleh wisawatan,” ujarnya.

Saat ini, agar kunjungan wisata bisa dirasakan masyarakat, Pemkab Mentawai juga mulai menyiapkan rumah-rumah warga lokal untuk dijadikan akomodasi para turis, khususnya di Siberut. “Satu rumah menyediakan satu atau dua kamar,” tambahnya.

Meski kawasan Mentawai rawan gempa dan tsunami, niat wisatawan tetap tidak surut. Menurutnya, kebanyakan wisatawan ke Mentawai menyukai wisata minat khusus. “80 persen tamu ke
Mentawai itu pesurfing. Yang ada penurunan dari dampak gempa adalah wisatawan alam dan budaya, tapi tahun ini terus ada peningkatan,” terangnya.

Tiap tahun, kunjungan wisata terus meningkat. Dia menjelaskan, kalau tahun lalu ada sekira 6.000 wisatawan, maka tahun ini meningkat sekira 7.000 pengunjung. “Selain titik surfing, Mentawai juga memiliki 42 titik lokasi memancing dan 40 titik lokasi menyelam, salah satunya di Pulau Batu Tongga di Sipora Utara. Di dasar pulau itu banyak biota laut dan karang yang bagus, ada juga balong atau ikan nemo. Ternyata, di Mentawai merupakan biota terbanyak ikan itu,” ujarnya.

Dengan maraknya pengeboman ikan di lokasi selancar, Desti dan pengusaha industri pariwisata Mentawai merasa gusar. Dia dan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Kepolisian serta Dinas Kelautan dan Perikanan, dan tak lupa melibatkan masyarakat.

“Umumnya, pengeboman dilakukan di Pulau Siberut, ini membuat marah pengusaha wisata, tapi kita sudah melakukan koordinasi. Pengusaha ini merawat lokasi tersebut, jadi tidak merusak sebab itulah andalan mereka. Kita juga melibatkan masyarakat lokal untuk memantau dan memberikan laporan jika ada yang melihat,” tutupnya.

(Fitri Yulianti)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement