Abdul Qodir Jaelani (Foto: Dok. Okezone)
MARAKNYA kasus tabrakan mobil akibat kelalaian, memang banyak terjadi akhir-akhir ini. Seperti kasus tabrakan maut yang dialami anak Ahmad Dhani, Abdul Qodir Jaelani (Dul) yang telah menewaskan tujuh korban jiwa.
Hal ini membuat aktivis Bali, Titik Suhariyati angkat bicara. Titik mengatakan kasus yang dialami Dul bukanlah kejadian pertama kali. Namun sebelumnya, ada kasus serupa tiga tahun lalu di Klungkung, Bali.
"Kasus ini bukan yang pertama, dulu ada di Kabupaten Klungkung tiga tahun yang lalu dengan kasus serupa," tutur Titik kepada
Okezone di acara USAID JPIP, Sanur Paradise, Sanur, Bali, Selasa (17/9/2013).
Tidak hanya kasus Dul saja, yang pada umur 11 tahun sudah pandai menyetir, namun hampir rata-rata anak Indonesia di bawah umur bisa mengemudikan kendaraan. Hal ini, lanjut Titik, harus menjadi perhatian penting bagi orangtua agar tidak ada kejadian serupa. Pihak
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bali, tidak menerapkan hukuman terhadap anak tersebut, namun pihak orangtunya yang akan menerima karena dianggap lalai dalam mengasuh anak.
"Kasus ini harus dinilai penting bagi seluruh lapisan masyarakat. Tanpa pandang bulu, dia anak artis atau pejabat, jika ada kasus serupa, bukan anaknya yang harus divonis bersalah. Tapi, kedua orangtuanya yang harus berhadapan dengan ranah hukum," pungkasnya.
(ren)(Tuty Ocktaviany)