SALAH satu oleh-oleh yang wajib dibawa usai mengunjungi provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) adalah Mutiara. Mutiara merupakan produk local yang sangat berkualitas. Namun, bagaimana cara membedakan mutiara asli dan palsu?
Bila berkunjung ke Lombok atau Sumbawa, Anda akan menemukan banyak toko dan penjaja jalanan yang menawarkan perhiasan dari bahan mutiara yang cantik. Jangan buru-buru membeli, karena ternyata, tak semua mutiara yang dijual itu merupakan mutiara asli NTB.
Menurut Sekretaris Jenderal Asosiasi Budidaya Mutiara Indonesia (Asbumi), Bambang Setiawan, mutiara asli NTB, semuanya telah diekspor. Mutiara yang ada di pertokoan adalah mutiara-mutiara kualitas di bawah ekspor dan mutiara dari China.
"Untuk membedakannya dengan mata telanjang mudah saja. Mutiara China itu berwarna, seperti hitam, hijau, merah muda dan sebagainya. Kalau mutiara asli NTB tidak berwarna," jelas Bambang saat jumpa pers "Lombok-Sumbawa Pearl Festival (LSPF) 2012" di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin (25/6/2012).
Selain itu, yang membedakannya adalah berat dari mutiara tersebut. "Mutiara asli lebih berat daripada yang buatan," tambahnya. "Selain itu, bila diraba permukaan mutiara asli lebih kasar dan kadang memiliki cacat, tidak mulus," kata Bambang. Hal itu karena mutiara asli melewati proses pembentukan alami dari kerang, bukan bentukan industri.
"Kalau mau tahu lagi, bisa dicoba dibakar atau digosokkan dengan cairan aseton. Kalau tahan, berarti mutiara asli," katanya.
Mengenai banyaknya mutiara kualitas rendah dan tidak asli yang dijual di NTB, Bambang mengatakan bisa diatasi dengan memberikan edukasi pada pedagang. "Kita berikan edukasi, penyuluhan mengenai bagaimana mutiara yang berkualitas tinggi dan nilai jualnya," tutupnya. (uky)
(Fitri Yulianti)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.