Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gejala-Gejala Kanker Paling Sering Diabaikan (II)

Restika Ayu Prasasty , Jurnalis-Rabu, 13 Juni 2012 |04:08 WIB
Gejala-Gejala Kanker Paling Sering Diabaikan (II)
Dirawat di rumah sakit (Foto: Corbis)
A
A
A

MESKI menyadari keganjalan pada tubuh, banyak orang mengabaikan gejala-gejala awal dari kanker. Alhasil, kanker pun baru diketahui ketika memasuki stadium akhir.

Penyakit kanker sebenarnya dapat dicegah sedini mungkin jika Anda menyadari gejala-gejalanya. Sayangnya, banyak orang mengabaikan gejala yang seringkali muncul. Kenali beberapa gejala kanker berikut agar Anda dapat melakukan tindakan preventif, seperti dilansir Reader’s Digest.

Memar berlebihan atau perdarahan yang tidak berhenti

Gejala ini biasanya menunjukkan terjadi sesuatu yang abnormal dengan platelet dan sel darah merah yang dapat menjadi tanda leukemia. Memar itu muncul di tempat-tempat aneh, seperti jari dan tangan, serta bintik-bintik merah di leher, dada, dan wajah. Tanda lainnya ialah gusi berdarah. Hal ini disebabkan sel-sel leukemia menggeser sel-sel darah merah dan platelet, serta merusak kemampuan darah untuk membawa oksigen dan menggumpal seiring berjalannya waktu.

Lemah atau kelelahan

“Saya harus terus duduk di tempat kerja, dan suatu malam saya merasa terlalu lelah untuk pulang,” kata seorang wanita ketika menjelaskan kelelahan yang dialaminya ternyata gejala leukemia.

Kelelahan dan merasa lemah merupakan gejala dari berbagai jenis kanker lainnya. Setiap kali Anda merasa lelah tanpa sebab dan bukan akibat dari kekurangan tidur, bicarakan gangguan tersebut dengan dokter Anda.

Kembung atau sindrom perut

Wanita yang didiagnosis menderita kanker ovarium melaporkan bahwa perut kembung tanpa sebab secara tiba-tiba, mereda kemudian kambuh lagi selama periode waktu yang panjang merupakan salah satu cara utama yang membuat mereka tahu ada yang salah dengan kesehatan mereka.

Merasa begah atau tidak bisa makan

Ini adalah salah satu tanda kanker ovarium. Pasien mengatakan, mereka tidak memiliki nafsu makan dan tidak bisa makan, bahkan ketika mereka belum makan selama beberapa waktu. Setiap wanita yang mengalami kembung atau berat badan terlihat naik beberapa kali lebih dari 13 kali dalam satu bulan, terutama jika disertai dengan nyeri panggul atau merasa terlalu begah harus segera pergi ke dokter dan meminta dilakukan USG di pinggul.

Nyeri panggul atau perut

Selain kanker, nyeri panggul menjadi gejala umum fibroid, kista ovarium, dan gangguan saluran reproduksi. Karena itu, dokter tidak selalu mendiagnosis pasiennya dengan kanker karena gejala ini. Maka, pastikan dokter Anda mendengar semua penjelasan dan melakukan pemeriksaan penuh karena rasa sakit dan kram di panggul, perut, serta kembung seringkali merupakan sinyal kanker ovarium. Leukemia juga dapat menyebabkan nyeri perut karena pembesaran limpa. (ind)

(Tuty Ocktaviany)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement