Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Faktor-Faktor Terjadinya Perjodohan

K. Wahyu Utami , Jurnalis-Kamis, 22 Maret 2012 |19:54 WIB
Faktor-Faktor Terjadinya Perjodohan
Julia Perez (Foto: kapanlagi)
A
A
A

PERJODOHAN tidak hanya terjadi pada jaman Siti Nurbaya, sekarang pun ternyata masih ada perjodohan yang dilakukan orangtua untuk anaknya. Lantas, bisakah cinta tumbuh dalam pernikahan yang terjadi karena perjodohan?
 
Di zaman modern seperti sekarang, urusan perjodohan masih banyak terjadi. Realitanya tak hanya menyusup kalangan biasa saja, namun juga ke ranah selebriti.
 
Yang sedang hangat misalnya, terjadi pada kasus artis Julia Perez. Mantan kekasih pesepakbola Gaston Castano ini mengalami perjodohan yang dilakukan sang bunda. Jupe -panggilan Julia Perez-dalam hal ini dijodohkan dengan seorang ustadz, sosok pria terbaik pilihan sang mama.
 
Meski awalnya menolak perjodohan tersebut, namun akhirnya Jupe pun takluk dengan keinginan ibunya. Semuanya dilakukan atas dasar rasa bakti dirinya terhadap orangtua yang telah mengandungnya selama sembilan bulan.
 
Jupe mungkin hanyalah satu kasus nyata yang ter-blow up ke permukaan. Di luar sana, rentetan pria ataupun wanita masih banyak yang mengalami kasus perjodohan. Mereka dipaksa untuk mengikuti jodoh pilihan orangtuanya. Lalu, apa sebenarnya yang membuat perjodohan tetap terjadi di era modern seperti saat ini?
 
Menanggapi hal tersebut, Psikolog dan Dosen Muda Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran, Bandung, Fredrick Dermawan Purba MPsi mengatakan, kemungkinan perjodohan dilakukan dikarenakan adanya dua faktor seperti usia atau kepentingan orangtua.
 
“Jika karena faktor mengingat usia, biasanya perjodohan tersebut dilakukan karena menurut pandangan masyarakat ia sudah layak harus menikah, karena kekhawatiran orangtua tersebut,” tuturnya pada okezone melalui sambungan telepon, Kamis (22/3/2012).
 
Dalam kultur masyarakat Indonesia, wanita yang belum menikah di atas 25 tahun akan menjadi perbincangan tersendiri. Selain itu, kekhawatiran orangtua yang kerap muncul pun membuat mereka segera mencari sosok terbaik untuk anaknya.
 
“Biasanya kalau wanita sudah berusia di atas 25 tahun itu sudah rentan terhadap keharusan untuk menikah, apalagi di Indonesia,” sambungnya.
 
Tidak hanya faktor usia, jika perjodohan tersebut dilaksanakan karena kepentingan orangtua, kepentingan yang berada di baliknya pun akan berbeda.
 
“Biasanya jika berdasarkan kepentingan orangtua, misalnya karena bisnis atau hutang budi motifnya adalah mereka ingin menyatukan keluarga dari sosial ekonomi dan status keluarga yang sepadan,” tutupnya. (ind)

(Tuty Ocktaviany)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement