Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tandangi Rumah Mbah Maridjan, Saksi Keperkasaan Merapi

Mutya Hanifah , Jurnalis-Jum'at, 02 Maret 2012 |11:05 WIB
Tandangi Rumah Mbah Maridjan, Saksi Keperkasaan Merapi
(Foto: Mutya/Okezone)
A
A
A

MBAH Maridjan menjadi nama tokoh yang kerap disebut kala Gunung Merapi memuntahkan isi perutnya. Kini, kediamannya menjadi saksi bisu keperkasaan Merapi.

Gunung Merapi, Yogyakarta, merupakan salah satu gunung api aktif di Indonesia. Merapi mengalami erupsi setiap dua sampai lima tahun sekali dan dikelilingi oleh pemukiman yang sangat padat. Sejak 1548, gunung ini sudah meletus sebanyak 68 kali. Salah satu erupsi atau letusan yang baru terjadi di Merapi adalah erupsi pada 2010.

Erupsi merapi 2010 tersebut merusak 291 rumah dan menewaskan lebih dari 151 orang, termasuk juru kunci gunung Merapi, Mbah Maridjan. Sebelum erupsi, Gunung Merapi merupakan salah satu objek wisata Yogyakarta. Terutama Desa Kinahrejo, yang menjadi gerbang bagi para wisatawan untuk melihat Merapi dari dekat.

Meski sempat sepi beberapa bulan paskaerupsi, Desa Kinahrejo masih menjadi tempat wisata pilihan di Yogyakarta. Terutama, bagi para wisatawan yang penasaran ingin melihat sisa-sisa desa yang hancur akibat letusan gunung Merapi dan melongok rumah Mbah Maridjan, yang hancur terkena awan panas Merapi.

Dari pusat Yogyakarta menuju Kinahrejo, waktu perjalanan sekira satu jam perjalanan dengan mobil. Semakin mendekati desa tersebut, Anda akan melihat banyaknya pohon-pohon kering yang hangus terpanggang awan panas. Ketika tiba di Kinahrejo, kondisi pepohonan tersebut malah semakin parah, sudah tercopot dari tanah hingga akar-akarnya.

Beberapa meter sebelum memasuki gerbang Kinahrejo, Anda akan melihat dam Kali Kuning, atau paling tidak yang tersisa dari dam tersebut setelah dialiri lahar dingin. Di kanan-kiri jalan, masih banyak pedagang-pedagang yang menjual suvenir juga warung-warung makanan. Ada yang menjual kaus serta video erupsi Merapi, hingga rangkaian bunga edelweiss, bunga abadi.

Anda dapat mengunjungi makam Mbah Maridjan serta rumah kediamannya, yang kini menyerupai sebuah surau tanpa dinding karena telah terpanggang awan panas.

"Rumah Mbah Maridjan masih ada, tapi tinggal tiang dan atap, enggak ada dindingnya," kata Winaryo, tukang ojek di depan gerbang Desa Kinahrejo saat ditemui di Desa Kinahrejo, Yogyakarta, Kamis (1/3/2012).

Wisatawan yang ingin masuk dan naik ke Kinahrejo dapat menggunakan transportasi ojek seharga Rp20 ribu atau menyewa motor track seharga Rp50 ribu per satu jam.

Bila ingin mengambil paket tur, banyak sekali paket yang dapat Anda pilih. Setiap paket tur menawarkan objek wisata yang berbeda. Misalnya, Merapi Tour, dengan paket yang berisi tur melihat matahari terbit, mengendarai ATV, mengunjungi Watu Tumpeng, serta melihat lokasi pemakaman Mbah Maridjan dan pemakaman massal. Anda akan diantar oleh pemandu wisata yang merupakan penduduk lokal dengan motor track.

(Fitri Yulianti)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement