ACARA baru di penyelenggaraan Indonesia Islamic Fashion Fair (IIFF) 2011 adalah penganugerahan IIFC Top Designer’s Award. Penghargaan tertinggi ini memiliki tujuan mulia untuk perkembangan busana muslim Indonesia.
Brand Kenzo tentu sudah akrab di telinga penikmat fesyen dunia. Kreasinya di Indonesia pun mendapatkan respons positif. Berkaca dari keberhasilan Jepang yang memberi perhatian besar pada kreasi anak bangsa, IIFF 2011 lewat IIFC Top Designer’s Award ingin mengikuti jejak serupa.
“Kenzo disekolahkan oleh pemerintahnya di Italia. Setelah balik, dimodali habis-habisan, dibuatkan ritelnya supaya industri yang dibawahi Kenzo, mulai hulu ke hilir, bisa berhasil. Sekarang, sepatu dilabel Kenzo, pasti laku, begitu juga kimono, parfum, dan sebagainya. Kita ingin melahirkan Kenzo-Kenzo baru di Indoensia,” papar Eka Shanty kepada okezone usai pembukaan IIFF 2011 di Central Park Mal, Jakarta, Kamis (11/8/2011).
Top Designer’s Award diberikan kepada perancang busana yang berprestasi dalam bidang pengelolaan brand, gaya fesyen, serta kemampuan membaca selera pasar. Desainer terbaik dipilih di antara lebih dari 20 peserta IIFF 2011 oleh para juri yang mewakili media massa, asosiasi desainer, sekolah mode, dan Indonesia Islamic Fashion Concortium (IIFC).
“Lewat ini, kita ingin desainer busana muslim mendapatkan supremasi tertinggi. Selama sebulan IIFF, kita akan pacu desainer, mana yang tertinggi penjualannya. Kriteria lainnya, desainer favorit karena ada desainer yang enggak laku bajunya, tapi disukai. Kita juga bikin designer of the day, desainer yang wajib dikunjungi hari ini,” lanjutnya.
“Pesertanya desainer muslim. Desainer nonmuslim yang buka second line busana muslim, untuk sementara enggak dulu. Kita mau memberikan wadah dedikasi ke mereka, Shafira saja puluhan tahun membangun ini. Itu yang diutamakan,” papar mantan penyiar TVRI ini.
Eka menambahkan, Gaung IIFC Top Designer’s Award akan terus disuarakan melalui media sosial, seperti YouTube, Facebook, dan Twitter agar pasar internasional semakin tersentuh. Pemenang Top Designer’s akan diumumkan 13 Agustus 2011. Nantinya, sang pemenang akan dibawa ke lawatan fesyen luar negeri, antara lain Toronto dalam Perdagangan dan Investasi, mal di Abu Dhabi dan Dubai, Hong Kong Fashion Week pada Januari 2012, Paris dalam World Moslem Fashion Expo pada 23-25 Desember 2011, dan event lainnya.
“Kenapa pas Natal? Karena orang Timur Tengah sedang menikmati suasana winter di Eropa. Ini biasanya great sale-nya brand-brand Eropa. Indonesia diundang menjadi tamu kehormatan. Untuk ini, yang jalan bukan pemenang Top Designer saja, ada sekira 12 desainer supaya koleksi lebih variatif, biaya lebih murah, dan kita lebih powerful,” tukasnya.
Ke depan, IIFF menargetkan lima Top Designer terpilih setiap tahunnya agar usaha kecil menengah sebagai penyokong industri fesyen bisa semakin maju. “Kalau kita dorong UKM saja untuk maju ke pasar internasinal, susah. Kalau nanti ada Top Designer, koleksinya kita pakaikan namanya untuk merek, pasti laku,” tandasnya, bersemangat.
Indonesia Islamic Fashion Fair (IIFF) 2011 bertajuk "Fashion & Tourism Extravaganza" dihelat 11 Agustus-11 September 2011 di Central Park Mal, Jakarta.
(Fitri Yulianti)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.