Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Karapan Marmut, Tradisi Sambut Musim Kemarau

Hana Purwadi , Jurnalis-Rabu, 04 Mei 2011 |13:22 WIB
Karapan Marmut, Tradisi Sambut Musim Kemarau
(foto: vacationlist.net)
A
A
A

PROBOLINGGO- Karapan Sapi sudah dikenal sebagai tradisi budaya Madura. Tapi bagaimana dengan Karapan Marmut?.

Karapan atau balapan marmut ini adalah salah satu tradisi warga Madura yang tinggal Probolinggo dalam menyambut datangnya musim kemarau.

Karapan Marmut sama seperti Karapan Sapi yang memiliki sirkuit atau arena balap dan joki, serta pengibar bendera untuk memulai balapan.

Dari dua marmut yang diperlombakan, yang paling cepat mencapai garis finish adalah pemenang dari Karapan Marmut.

Hanya saja, yang membedakannya adalah dalam Karapan Marmut, sang joki tidak menaiki marmut seperti Karapan Sapi. Sang joki berlari di belakang sambil memacu marmut dari belakang dengan rumbai rumba agar berlari kencang

Sirkuit atau arena balapan juga hanya berukuran 2 meter kali 50 meter saja, mengingat tubuh binatang ini berukuran kecil.

Dalam balapan kali ini, karapan dimenangkan tiga orang juaranya untuk mempereutkan sebuah televisi dan kambing.

Pemenang Karapan Marmut kali ini, Suharlan, mengungkapkan kemenangannya disebabkan marmut yang dimilikinya sudah disiapkan, diterapi, diberi ramuan, dan ilmu tenaga dalam.

(Syukri Rahmatullah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement