SAAT mendapati anak yang sudah bisa berjalan, tapi jalannya jinjit, Moms pasti bertanya-tanya dalam hati. Apakah ada hubungannya dengan pemakaian baby walker, sewaktu belajar jalan? Atau ada kelainan pada kaki anak saya? Bisakah anak saya bisa berjalan normal?
Tidak sedikit dijumpai Moms yang masih memakai baby walker, dengan tujuan membantu si kecil agar cepat jalan. Padahal penggunaan baby walker saat ini TIDAK disarankan lagi. Pasalnya, baby walker terbukti tidak menolong anak lebih cepat berjalan. Justru penggunaan baby walker, berisiko menyebabkan kecelakaan, seperti; terjatuh, tersandung atau baby walker terguling yang membuat si kecil terbentur benda keras.
Bila Moms ingin melatih si kecil berjalan, lebih baik dengan cara ditatih saja. Bisa dengan memegang bagian bawah ketiak atau dengan selendang yang diikatkan pada tubuh anak.
Jinjit Akibat Baby Walker
Namun jika Moms ingin menggunakan baby walker pada si kecil, pastikan usia si kecil di atas usia 6 bulan. Karena anak sudah mulai bisa duduk tegak meski belum bisa berdiri sendiri (tanpa bantuan/berpegangan pada sesuatu).
Pastikan juga anak mampu kuat berdiri (bertumpu pada sesuatu/baby walker), karena jika baby walker terlalu pendek justru akan membuat tungkai kaki cenderung bengkok atau membentuk huruf ‘O’. Sebaliknya, jika baby walker terlalu tinggi, otomatis anak akan jinjit untuk mendorong kakinya ke belakang agar maju ke depan.
Hal inilah yang menyebabkan anak berjalan jinjit. Pasalnya, sewaktu dia belajar berjalan dengan baby walker yang dilatih adalah otot betis dan sebagian otot paha.Sehingga, otot-otot tersebutlah yang lebih dulu menjadi kuat.
Tapi jangan khawatir Moms dengan bertambahnya usia dan latihan berjalan maka otot lain akan ikut kuat. Jalan jinjit pun akan hilang dengan sendirinya. Jadi, tak perlu latihan khusus.
Jinjit Akibat Kelainan Tulang
Selain karena baby walker, jalan jinjit pada anak juga disebabkan karena kelainan tulang, tendon, keterlambatan perkembangan atau saraf pusat.
Untuk kelainan tendon jalan jinjit disebabkan karena tendon Achilles-nya (tendon pada bagian belakang tungkai bawah (berhubungan dengan tumit pendek).
Namun jika Moms atau si kecil mempunyai riwayat kehamilan kurang bulan, hamil bermasalah, kelahiran sulit, kelahiran dengan tindakan (vakum misalnya), riwayat lama di inkubator, riwayat dirawat di NICU (Neonatal Intensive Care Unit) atau mengalami keterlambatan perekembangan (terlambat mengangkat kepala atau duduk) mungkin jalan jinjit disebabkan kelainan saraf pusat.
Karena jalan jinjit dialami sudah sejak lahir - bukan karena setelah penggunaan baby walker -maka butuh perhatian khusus, bergantung pada kelainannya, di daerah seputar kaki atau berhubungan dengan saraf.
(Chaerunnisa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.