Advertisement
Advertisement

Didi Budiardjo Angkat Pamor Songket Sambas

Dwi Indah Nurcahyani , Jurnalis-Kamis, 14 April 2011 |08:35 WIB
Didi Budiardjo Angkat Pamor Songket Sambas
Songket Sambas ala Didi Budiardjo. (Foto: Dwi Indah Nurcahyani)
A
A
A

KEINDAHAN kain adati sebagai bagian dari warisan leluhur menggelitik Didi Budiardjo untuk mengkreasikannya dalam balutan adibusana.

Kekayaan Nusantara yang berlimpah dengan ragam budaya memang sebuah anugerah. Cakupannya tak hanya menyangkut kain adat saja, tapi juga berbagai budaya yang tersebar di seluruh daerah. 

Bahkan, saking meruahnya kekayaan tersebut, banyak ragam budaya yang masih belum tereksplorasi. Salah satunya yang menarik adalah songket Sambas.

Mungkin masih banyak orang yang belum mengenal atau bahkan mendengar kain khas Sambas. Didi Budiardjo, desainer kawakan Tanah Air tergugah mengangkat pamor kain tersebut agar dikenal lebih luas.

"Songket Sambas belum banyak dikenal orang dan nyaris punah. Padahal, keindahannya sangat istimewa dan memiliki nilai keindahan yang cukup beragam," kata Didi yang ditemui okezone saat perhelatan Fashion Nation di Main Atrium Senayan City, Jakarta, Rabu (13/4/2011).

Keprihatinan tersebut kemudian membuahkan inspirasi apik bagi Didi untuk mensinergikan songket Sambas dengan material moderen dalam rancangan yang dipamerkan di pagelaran Senayan City Fashion Nation 5th Edition.

Berkat kepiawaiannya, Didi berhasil mengeksplor songket Sambas, songket Padang, songket Palembang, dan mengkolaborasikannya dengan material modern seperti cotton linen, satin duchess, organza, dan taffeta.

Di tangan Didi, sinergi berbagai material tersebut pun tampil indah dalam potongan-potongan busana bersiluet lebar dan berbentuk trapesium atau tidak memiliki pinggang.

Didi yang biasanya bermain warna gelap, justru mengedepankan warna-warna atraktif dalam busananya yang juga diperuntukkan bagi Spring/Summer 2011.

Kali ini, Didi memainkan keindahan gradasi warna sehingga hasta karyanya terlihat cantik. Dengan lihai, Didi memainkan warna putih yang diberi aksen hitam, ada pula yang dibubuhi shocking colour seperti kuning dan hijau pupus.

"Fesyen masa kini kan memang cenderung tampil dengan warna mencolok," katanya beralasan.

Pada perhelatan tersebut, Didi yang menampilkan 10 koleksi tersebut memang ingin menunjukkan kepada khalayak bahwa fesyen dengan material lokal pun bisa bersaing di pasar mode internasional.

"Saya memang ingin songket tampil tidak terlalu berat tapi tetap modern dan mengikuti tren lifestyle yang sedang 'in' tanpa mengesampingkan ciri kedaerahannya," tutup Didi.

(Chaerunnisa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement