CITRA kalangan high society yang berkelas dan elegan dituangkan Andreas Odang dalam berbagai potongan indah gaun malam.
Sejak kehadirannya di awal terbentuknya haute couture di Paris pada pertengahan abad 19, dunia fesyen memang lekat dengan komunitas high society, kalangan yang umumnya didominasi keluarga kerajaan dan kaum bangsawan.
Busana di kalangan kaum jet set tersebut menjadi penanda identitas kelas sosial dan ekonomi. Busana yang sedianya secara fungsional memperindah tampilan tubuh, di zaman tersebut justru menjadi parameter strata sosial.
Namun, seiring peralihan zaman ke arah yang lebih moderen, busana tak sekedar milik kaum jet set semata. Fungsi busana couture yang terkesan eksklusif tersebut perlahan beralih dengan kemasan ready to wear yang lebih terjangkau.
Meski mengalami pergeseran, nilai busana couture tetap eksklusif dan prestisius. Para penikmat dan penggunanya yang mayoritas creme de la creme biasa disebut Bon Vivant. Diambil dari bahasa Prancis, Bon Vivant diterjemahkan dengan arti a Good Life atau sebutan bagi orang yang menikmati kehidupan yang mewah, berkelas, dan memiliki selera tinggi.
Kaum Bon Vivant yang sangat mengapresiasi dan menghargai kemewahan dan eksklusivitas pun menggelitik Andreas Odang dalam mendesain adibusananya.
Gaun-gaun bersiluet ramping, klasik, dan anggun yang membungkus tubuh indah wanita dipamerkan Odang dalam perhelatan Bazaar Bridal Week 2011 yang berlangsung di Ballroom The Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta, Kamis (7/4/2011).
Dalam peragaan busana berdurasi 60 menit tersebut, Odang menggambarkan citra creme de la creme yang berkelas dalam busananya. Odang menyulap kain lace, taffeta, duchess, satin, chantily, silk chiffon menjadi hasta karya nan indah bernilai premium. Potongan gaun malam panjang yang menyapu lantai mendominasi koleksi yang dihadirkannya malam tersebut.
Gaya klasik dan anggun yang diusung Odang tak hanya direpresentasikannya dalam bentuk busana gaun tapi juga dalam ornamen yang tersemat dalam rancangan yang terasa colourful dengan permainan warna pink, lavender, ivory, peach, gold, burgundy, lime green, dan cream.
Guna mengentalkan kesan mewah dan berkelas, Odang yang menggunakan teknik tailoring dalam membuat busananya tersebut mengaplikasikan ornamen indah seperti bunga tempel dan pita yang menyiratkan simbol keanggunan seorang wanita.
"I just want to dress those women beautifully. Wanita mana yang tidak ingin tampil cantik?" ujar Odang yang mendedikasikan karyanya bagi para pelanggan setianya.
(Chaerunnisa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.