Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lezat Masakan Khas Lembur Kuring

Koran SI , Jurnalis-Rabu, 10 Juni 2009 |15:07 WIB
Lezat Masakan Khas Lembur Kuring
Foto: Eko Purwanto/Koran SI
A
A
A

RESTORAN ini sudah cukup tua usianya, 30 tahun lebih. Lokasinya pun beberapa kali mengalami perpindahan. Namun di usia tersebut, justru Lembu Kuring Bi Bet sudah sangat ahli soal rasa.

Tidak sulit menemukan restoran khas Sunda di Jakarta, terlebih lagi restoran dari daerah Jawa Barat ini sudah terkenal dengan jargon lembur kuringnya. Kalau tulisan tersebut sudah terpampang di sebuah restoran, sepertinya pengunjung tidak perlu ragu lagi soal rasa. Ini yang membuat orang awam salah kaprah. Nama lembur kuring diartikan sebagai nama masakan yang kekhasannya adalah sajian ikan atau seafood lain yang dibakar atau digoreng.

Sebenarnya nama lembur kuring dipopulerkan pertama kali oleh restoran Bi Bet ini. "Yang dimaksud lembur kuring adalah masakan yang disajikan secara khas Sunda dan didukung dengan ambians seperti di kampung. Lembur kuring kan artinya 'kampung saya'," kata pengelola Lembur Kuring Bi Bet Yeti Suryadi Sujaya.

Pertama kali restoran ini berdiri di Jalan Asia Afrika, Senayan, tepatnya di tahun 1972. Setelah itu pindah lokasi ke Jalan Ahmad Dahlan, kemudian ke Kemang Raya, dan sampai kini Lembur Kuring Bi Bet berlokasi di bilangan Ampera Raya dekat Kemang. Uniknya, Bi Bet merupakan satusatunya restoran yang menyediakan masakan Sunda dengan mengambil tempat di sebuah hotel yang berada di Jalan Gunung Sahari. Selain di Jakarta, restoran ini juga mempunyai cabang di daerah Cipanas dan Sukabumi, Jawa Barat.

Yang terkenal dari restoran ini sudah barang tentu sajian ikannya yang istimewa. Saking enak rasa garing gurame goreng ala Bi Bet ini, membuat pasangan suami istri Lia dan Eka terus memburu keberadaan restoran tersebut. Boleh dibilang, Lia dan suaminya telah menjadi pelanggan loyal sejak 20 tahun silam. "Saya sering makan di restoran Sunda lain, tapi enggak ada yang seenak dan rasanya pas di lidah kayak di sini," ujar wanita bernama lengkap Lia Kusumawardhani yang berprofesi sebagai karyawan swasta.

Lia dan suami mengaku, tiap kali berkunjung ke restoran ini selalu memesan menu yang sama: gurame goreng, sayur asem, ditambah jambal roti dan sambal.

Untuk penghilang dahaga, cukup teh tawar. Saking sering datang, pelayan restoran sudah hafal dengan menu yang disukai pasangan ini. Bahkan mereka mempunyai pesanan khusus dalam menggoreng ikan. Keduanya kerap memilih gurame yang beratnya tujuh ons dan dibelah filet. "Ikannya mantap dan makin segar dengan sayur asem," sebut Eka.

Di restoran khas Sunda lain, kuah sayur asem cenderung bening dan hanya terasa manis. Di Bi Bet, kuah sayur asem tidak jernih dan rasanya manis asam. Bosan dengan ikan yang digoreng? Tenang saja, Bi Bet masih mempunyai sajian ikan lain. Contohnya, ikan mas bakar bumbu cobek. Setelah ikan dibakar, di atasnya diberi taburan jahe, irisan bawang merah dan putih serta cabai rawit yang semuanya telah digecek.

Bila biasanya ikan mas agak terasa berbau tanah atau lumpur di lidah, sajian ikan mas ala Bi Bet ini sama sekali tidak demikian. Ikannya segar dan kaya bumbu rajangan.

Untuk penambah selera, pesan saja tumis teri cabai hijau. Rasa petainya benar-benar membangkitkan selera makan, ditambah dengan ikan teri yang digoreng garing dan diberi irisan cabai hijau. Mantaplah pokoknya.

Untuk pilihan nasi, ada nasi tutug rangginang. Nasi legit ini di atasnya diberi taburan rangginang dan nasinya dicampur dengan oncom serta kencur. Untuk aromanya, diberi daun jeruk. Atau jika ingin yang ringkas, pilihan lainnya ada nasi timbel komplet. Nasi ini disajikan bersama ayam goreng, tahu dan tempe goreng, lalapan, sambal, serta sayur asem. Sudah paling cocok makan nasi ini selagi nasi timbelnya masih hangat dan mengeluarkan aroma daun dari pembungkusnya.

Untuk kudapan, ada beberapa menu yang ditawarkan. Sebut saja colenak, kolak pisang, goreng peuyeum, combro, dan pastinya misro.

Yang membuat sajian ikan di restoran ini segar adalah ikan yang dimasak langsung diambil dari kolam. Pengunjung dapat memilih sendiri ikan yang diinginkan di sebuah akuarium yang berada di halaman depan restoran. "Lalu pengunjung memilih, ikan mau dimasak seperti apa dan pakai bumbu apa?" tutur Yeti. Pilihan bumbu itu di antaranya bumbu acar kuning, bumbu rujak, bumbu cobek, atau ikan hanya digoreng kering dan diberi kecap serta irisan cabai.

Bi Bet juga menyediakan nasi tumpeng. Bagi yang belum tahu, nasi tumpeng khas Sunda lauk-pauknya berada di dalam nasi, bukan ditata melingkar di luar. "Kami menyediakan pilihan, mau lauk di dalam atau di luar," imbuh Yeti. Bi Bet bisa menjadi referensi bagi Anda pencinta kuliner Nusantara.

(Tuty Ocktaviany)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement