Akhirnya, ia memilih mengundurkan diri dari hasil kompetisi Beijing dan melepaskan poin peringkat yang diperolehnya dari kemenangan tersebut.
Kontroversi ini turut mendorong penyelenggara HYROX untuk memperbaiki prosedur keselamatan dan kebersihan dalam kompetisi.
Salah satu pendiri HYROX, Moritz Fürste, mengakui bahwa pihak penyelenggara melakukan kesalahan karena tidak segera mengambil tindakan saat insiden berlangsung.
HYROX kemudian memperbarui aturan kompetisinya. Berdasarkan ketentuan baru, direktur perlombaan dapat menghentikan peserta apabila darah, muntahan, urine, atau feses menimbulkan risiko terhadap keselamatan maupun kebersihan peserta lain.
Peserta yang dihentikan atas alasan medis tersebut akan dicatat dengan status Did Not Finish (DNF), yang berarti tidak menyelesaikan perlombaan.