Benarkah Vape Nikotin Bisa Mengubah Suara seperti yang Dialami Selena Gomez?

Djanti Virantika, Jurnalis
Kamis 22 Oktober 2026 11:52 WIB
Selena Gomez. (Foto: Instagram/@selenagomez)
Share :

PENGAKUAN penyanyi sekaligus aktris Selena Gomez mengenai kebiasaan menggunakan vape yang mengandung nikotin menarik perhatian publik. Bintang Only Murders in the Building tersebut mengungkapkan bahwa penggunaan nikotin dalam jumlah banyak telah memengaruhi suaranya.

Selena Gomez juga mengaku baru saja berhenti menggunakan nikotin. Kini, dia berharap dapat mempertahankan keputusannya.

Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai dampak rokok elektrik atau vape terhadap kesehatan suara. Benarkah kebiasaan vaping dapat membuat suara menjadi lebih berat, serak, atau bahkan mengalami kerusakan permanen?

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa paparan aerosol vape berpotensi mengiritasi saluran pernapasan dan memengaruhi jaringan laring. Namun, bukti ilmiah mengenai dampak langsung vaping terhadap pita suara manusia masih berkembang. Karena itu, perubahan suara yang dialami Selena tidak dapat dipastikan hanya disebabkan oleh kebiasaan vaping.

1. Pengakuan Selena Gomez tentang Perubahan Suaranya

Dilansir dari Reuters, Selena mengungkapkan bahwa dirinya pernah banyak menggunakan vape nikotin. Ia mengatakan bahwa kebiasaan tersebut telah mengubah suaranya dan mengakui bahwa nikotin sangat sulit dihentikan.

Selena juga menyampaikan pesan kepada orang-orang yang sedang berusaha berhenti menggunakan nikotin agar tidak menyerah dalam prosesnya. Meski demikian, perubahan suara Selena perlu dilihat dalam konteks kesehatannya secara keseluruhan.

Selena Gomez diketahui mengidap lupus, penyakit autoimun yang dapat menyebabkan peradangan pada berbagai bagian tubuh. Selena sebelumnya juga pernah menjelaskan bahwa tenggorokannya terkadang mengalami pembengkakan.

Lupus berpotensi memengaruhi kualitas suara apabila peradangan melibatkan laring. Selain itu, perubahan suara dapat terjadi secara alami seiring bertambahnya usia atau dipengaruhi oleh faktor kesehatan lainnya.

Dengan demikian, belum ada dasar yang cukup untuk menyimpulkan bahwa vaping merupakan satu-satunya penyebab perubahan suara Selena Gomez. Tapi, mari mengenal lebih jauh juga apa itu vape, kandungannya, dan dampaknya bagi kesehatan.

2. Apa Itu Vape dan Apa Saja Kandungannya?

Dilansir dari Center for Vocal Health, vape merupakan perangkat elektronik yang memanaskan cairan untuk menghasilkan aerosol yang kemudian dihirup penggunanya. Cairan tersebut sering disebut e-liquid atau e-juice.

Kandungan cairan vape bervariasi, tetapi umumnya dapat mencakup nikotin, zat adiktif yang dapat menyebabkan ketergantungan. Kemudian, ada propilen glikol, bahan pembawa yang membantu menghasilkan aerosol.

Ada juga gliserin nabati, bahan yang digunakan untuk menghasilkan aerosol. Bahan perasa, yang memberikan rasa tertentu pada produk juga terkandung di dalamnya. Hingga senyawa lain, termasuk zat yang dapat terbentuk atau berubah selama proses pemanasan.

Aerosol vape bukan sekadar uap air. Kandungannya dapat mencakup partikel halus dan senyawa kimia yang berpotensi mengiritasi saluran pernapasan. Jenis dan jumlah zat yang terhirup bergantung pada komposisi cairan, perangkat, serta cara penggunaannya.

Nikotin juga tidak selalu ditemukan dalam semua produk vape, tetapi banyak produk mengandung zat tersebut dalam konsentrasi yang dapat menimbulkan ketergantungan.

3. Bagaimana Vape Dapat Memengaruhi Pita Suara?

Untuk memahami dampaknya, penting mengetahui bagaimana suara manusia dihasilkan. Pita suara atau lipatan vokal berada di dalam laring, tepatnya di bagian saluran pernapasan atas.

Ketika seseorang berbicara, udara dari paru-paru melewati pita suara dan membuatnya bergetar. Getaran ini menghasilkan suara yang kemudian dibentuk oleh tenggorokan, rongga mulut, dan struktur lainnya.

Pita suara memiliki lapisan jaringan yang halus dan fleksibel. Agar suara terdengar jernih, kedua pita suara perlu bergetar secara teratur.

Ketika aerosol vape melewati laring, zat-zat di dalamnya berpotensi mengiritasi lapisan jaringan tersebut. Iritasi dapat memicu peradangan atau pembengkakan yang mengganggu pola getaran pita suara.

Akibatnya, seseorang dapat mengalami beberapa perubahan, antara lain suara serak atau kasar, akibat perubahan pada permukaan dan getaran pita suara. Kemudian, seseorang juga bisa alami suara mudah lelah, terutama setelah berbicara atau bernyanyi dalam waktu lama.

Penurunan jangkauan vokal, sehingga nada tinggi atau rendah tertentu terasa lebih sulit dicapai. Batuk dan iritasi tenggorokan, yang dapat menambah beban pada pita suara. Serta perubahan kualitas suara, termasuk suara yang terdengar berbeda dari biasanya.

Gejala-gejala tersebut tidak selalu dialami setiap pengguna vape. Tingkat risiko juga dapat dipengaruhi oleh frekuensi penggunaan, jenis produk, kondisi kesehatan, dan paparan iritan lainnya.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya