Cara Memanen Biji Bunga Matahari untuk Camilan dan Bibit Tanaman, Ternyata Gampang!

Agustina Wulandari , Jurnalis
Rabu 21 Oktober 2026 07:05 WIB
Ilustrasi biji bunga matahari. (Foto: dok chandlervid85/Magnific)
Share :

JAKARTA - Bunga matahari tak hanya cantik dijadikan tanaman hias, tetapi juga menghasilkan biji yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Biji bunga matahari bisa diolah menjadi camilan, ditambahkan ke dalam makanan, atau disimpan untuk ditanam kembali pada musim berikutnya.

Namun, untuk mendapatkan biji yang berkualitas, kamu perlu mengetahui kapan waktu yang tepat untuk memanen dan bagaimana cara menyimpannya. Jika dipanen terlalu cepat atau disimpan dalam kondisi lembap, biji bisa kurang matang atau berjamur.

Cara Memanen Biji Bunga Matahari

Melansir Southern Living, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk memanen biji bunga matahari, baik untuk dikonsumsi maupun dijadikan bibit.

1. Kenali tanda biji bunga matahari siap dipanen

Waktu terbaik untuk memanen biji bunga matahari biasanya menjelang akhir musim panas. Tanda-tandanya bisa dilihat dari kelopak bunga yang mulai layu dan mengering, sementara bagian belakang kepala bunga berubah warna menjadi kuning hingga kecokelatan. Kepala bunga juga biasanya mulai menunduk karena bijinya semakin berat.

2. Potong kepala bunga dan keringkan

Sisakan sebagian batang agar kepala bunga lebih mudah dipegang. Setelah itu, keringkan di tempat yang sejuk, kering, dan memiliki sirkulasi udara baik. Letakkan wadah di bawahnya untuk menampung biji yang terlepas.

Alternatif lainnya, kepala bunga bisa dibiarkan mengering di tanaman. Namun, lindungi dengan jaring atau kantong kertas yang memiliki sirkulasi udara agar biji tidak mudah dijangkau burung.

3. Lepaskan biji dari kepala bunga

Setelah kepala bunga benar-benar kering, lepaskan bijinya dengan menggosok permukaan bunga menggunakan tangan atau sikat yang cukup kaku. Lakukan proses ini di atas wadah lebar agar biji tidak berhamburan. Selanjutnya, pisahkan biji dari sisa kelopak, serat bunga, dan kotoran lainnya.

4. Cara menyimpan biji untuk ditanam kembali

Jika ingin menanam bunga matahari kembali, pilih biji yang sudah matang dan biarkan mengering sepenuhnya sebelum disimpan. Masukkan biji beserta cangkangnya ke dalam amplop atau kantong kertas. Jangan lupa mencantumkan tanggal panen dan jenis bunga matahari agar mudah dikenali saat akan ditanam.

Simpan di tempat sejuk dan kering hingga waktu penanaman tiba. Kelembapan perlu dihindari karena dapat memicu pertumbuhan jamur dan menurunkan kemampuan biji untuk berkecambah.

5. Cara menyimpan biji bunga matahari untuk camilan

Biji bunga matahari berukuran besar umumnya lebih cocok dijadikan camilan, biasa dikenal dengan nama kuaci. Setelah dipanen, bilas biji menggunakan air mengalir, lalu tiriskan dan keringkan di atas tisu dapur.

Setelah itu, simpan biji dalam wadah kedap udara. Biji bunga matahari dapat bertahan sekitar dua hingga tiga bulan pada suhu ruang, atau hingga satu tahun jika disimpan di lemari es maupun freezer.

Untuk membuat camilan yang lebih nikmat, biji bisa dipanggang dalam oven bersuhu sekitar 150 derajat celsius selama 30 menit. Jika menyukai rasa asin, rendam biji dalam air garam semalaman sebelum dipanggang.

Satu hal yang perlu diperhatikan, biji dari tanaman hias belum tentu aman dikonsumsi jika tanaman tersebut pernah diberi pestisida yang tidak diperuntukkan bagi tanaman pangan. Gunakan biji dari tanaman yang diketahui aman untuk konsumsi.

(Agustina Wulandari )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya