JAKARTA - Membeli ikan di pasar atau supermarket memang terlihat mudah. Namun, memilih ikan yang masih segar ternyata perlu sedikit ketelitian. Selain memengaruhi rasa dan tekstur setelah dimasak, kesegaran ikan juga penting untuk memastikan kualitasnya.
Dilansir dari Times of India, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan sebelum membeli ikan. Mulai dari aroma, kondisi mata, tekstur daging, hingga jenis ikan yang dipilih.
Berikut tujuh hal yang perlu diketahui sebelum membeli ikan.
Ikan segar seharusnya memiliki aroma yang ringan dan bersih, bukan bau amis yang menyengat atau aroma asam. Bau yang semakin kuat bisa menjadi tanda bahwa ikan sudah mulai mengalami penurunan kualitas.
Aroma tersebut berkaitan dengan senyawa trimetilamin yang terbentuk ketika ikan mulai mengalami pembusukan. Karena itu, jangan ragu mencium ikan sebelum membelinya.
Jika membeli ikan utuh, bagian mata adalah salah satu tanda kesegarannya. Ikan yang masih segar umumnya memiliki mata yang jernih, bening, dan sedikit menonjol. Sebaliknya, mata yang tampak keruh atau cekung bisa menunjukkan bahwa ikan sudah disimpan cukup lama.
Tekstur daging juga penting untuk diperiksa. Daging ikan segar seharusnya terasa padat dan dapat kembali ke bentuk semula setelah ditekan secara perlahan. Jika bekas tekanan jari tetap terlihat atau daging terasa terlalu lembek, kondisi tersebut bisa menjadi tanda ikan sudah tak terlalu segar.
Untuk ikan utuh, jangan lupa melihat bagian insangnya. Ikan yang masih segar umumnya memiliki insang berwarna merah cerah atau merah muda. Sementara itu, insang yang berubah menjadi kecokelatan atau keabu-abuan dapat menjadi tanda bahwa ikan sudah mengalami penurunan kesegaran.
Ikan hasil tangkapan liar dan ikan yang dibudidayakan bisa memiliki perbedaan kandungan lemak dan asam lemak omega-3, tergantung pada jenis ikan serta cara pemeliharaannya.
Keduanya tidak otomatis berarti lebih buruk atau lebih baik. Karena itu, perhatikan label dan pilih jenis ikan yang sesuai dengan kebutuhan.
Kandungan merkuri pada ikan bisa berbeda-beda berdasarkan jenisnya. Ikan berukuran besar dan berada lebih tinggi dalam rantai makanan, seperti ikan todak, king mackerel, dan hiu, cenderung memiliki kadar merkuri lebih tinggi.
Sementara itu, beberapa ikan yang lebih kecil, seperti sarden, salmon, dan nila, termasuk pilihan dengan kadar merkuri yang lebih rendah. Hal ini sangat penting diperhatikan oleh ibu hamil dan anak-anak.
Ada anggapan bahwa ikan segar pasti lebih baik daripada ikan beku. Padahal, ikan yang dibekukan dengan cepat setelah ditangkap dapat tetap mempertahankan kualitas dan kandungan nutrisinya.
Bahkan, ikan segar yang sudah melewati proses pengiriman dan penyimpanan selama beberapa hari belum tentu lebih baik dibandingkan ikan yang dibekukan dengan tepat sejak awal.
Jadi, saat membeli ikan, jangan hanya terpaku pada label "segar". Perhatikan aroma, mata, tekstur daging, dan insangnya. Jenis ikan, kandungan merkuri, serta cara penyimpanannya juga perlu menjadi pertimbangan agar ikan yang dibawa pulang tetap berkualitas.
(Agustina Wulandari )