Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi aloe vera mungkin berkaitan dengan penurunan kadar gula darah pada orang dengan diabetes tipe 2. Dalam penelitian tertentu, konsumsi jus atau ekstrak lidah buaya dikaitkan dengan penurunan kadar glukosa darah.
Namun, orang yang mengonsumsi obat penurun gula darah perlu berhati-hati. Lidah buaya berpotensi memperkuat efek obat sehingga kadar gula darah dapat turun terlalu rendah. Karena itu, penderita diabetes sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi aloe vera sebagai suplemen.
Lidah buaya secara tradisional juga dikenal sebagai bahan yang memiliki efek pencahar. Beberapa penelitian mengeksplorasi manfaat aloe vera untuk membantu mengatasi sembelit. Namun, hasil penelitian yang tersedia masih beragam.
Penggunaan lidah buaya sebagai pencahar juga perlu diperhatikan karena konsumsi bagian tertentu dari tanaman dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan kram perut dan diare. Orang dengan penyakit pencernaan tertentu, seperti Crohn, kolitis, atau wasir, sebaiknya tidak mengonsumsi lidah buaya tanpa arahan tenaga kesehatan.
Ini merupakan salah satu manfaat lidah buaya yang paling populer. Gel lidah buaya memiliki kandungan air yang tinggi sehingga dapat membantu melembapkan kulit. Gel tersebut juga sering digunakan untuk memberikan sensasi menenangkan pada kulit yang mengalami iritasi ringan.
lidah buaya terutama dikenal karena penggunaannya setelah kulit terpapar sinar matahari. Meski demikian, tidak semua produk aloe vera memiliki komposisi yang sama. Untuk penggunaan pada kulit, pilih produk yang sesuai dan hentikan pemakaian jika muncul iritasi atau reaksi alergi.
Salah satu senyawa yang terdapat dalam aloe vera, yaitu aloe-emodin, juga tengah diteliti karena kemungkinan memiliki aktivitas terhadap sel kanker. Sejumlah penelitian laboratorium menemukan potensi aloe-emodin dalam menghambat pertumbuhan sel kanker payudara.
Namun, penting untuk digarisbawahi bahwa temuan tersebut belum berarti aloe vera terbukti dapat mengobati kanker payudara pada manusia. Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengetahui efektivitas, dosis, keamanan, serta kemungkinan penggunaannya dalam pengobatan kanker.
(Djanti Virantika)