Amankah Makanan Hewan Dikonsumsi Manusia saat Keadaan Darurat? Cek Faktanya!

Nurrizka Nasywa Tsabitah, Jurnalis
Senin 28 September 2026 23:05 WIB
Ilustrasi makanan hewan. (Foto: dok Magnific/jcomp)
Share :

JAKARTA - Saat berada dalam kondisi darurat atau mengalami keterbatasan ekonomi, orang mungkin mencari berbagai cara untuk memenuhi kebutuhan pangan. Salah satunya dengan mengonsumsi makanan hewan peliharaan.

Namun, apakah makanan hewan sebenarnya aman untuk dikonsumsi manusia? Yuk bahas lebih lanjut!

Makanan Hewan Bisa Dikonsumsi dalam Jangka Pendek

Makanan hewan memang tak dibuat untuk dikonsumsi oleh manusia. Produk ini juga tidak diproduksi dengan standar produksi yang sama seperti makanan untuk manusia.

Meski begitu, mengonsumsi makanan hewan dalam jumlah kecil mungkin tidak menimbulkan risiko yang besar. Makanan hewan umumnya dibuat dari kombinasi dari produk sampingan hewani, biji-bijian, kedelai, vitamin, dan mineral. 

Jika terpaksa mengonsumsinya, pilih makanan hewan dengan label “lengkap dan seimbang”. Produk tersebut biasanya telah diformulasikan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi hewan yang telah ditetapkan untuk tahap kehidupan tertentu.

Makanan hewan juga dapat mengandung jaringan dan produk sampingan hewan yang menjadi sumber nutrisi bagi hewan. Meski bahan tersebut mungkin tidak menggugah selera, secara teknis beberapa di antaranya tidak berbahaya untuk dikonsumsi manusia.

Namun, kandungan vitamin tambahan di dalam makanan hewan tetap perlu diperhatikan. Beberapa jenis makanan hewan mengandung bentuk sintesis vitamin K yang dikenal sebagai menadione atau vitamin K3. 

Dalam jumlah tinggi, zat tersebut dapat menjadi beracun bagi manusia. Karena itu, makanan hewan sebaiknya tidak dikonsumsi secara rutin atau dalam jangka panjang.

Kebutuhan Nutrisi Hewan dan Manusia Berbeda

Meskipun tidak sengaja menelan sedikit makanan hewan mungkin tidak langsung menyebabkan penyakit, produk tersebut tetap dibuat untuk memenuhi kebutuhan nutrisi hewan.

Manusia memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda. Makanan hewan juga tidak mengandung seluruh nutrisi yang dibutuhkan tubuh manusia untuk tetap sehat.

Salah satu contohnya adalah vitamin C. Nutrisi ini penting untuk kesehatan kulit dan sistem kekebalan tubuh manusia. 

Manusia tidak dapat memproduksi vitamin C sendiri sehingga perlu mendapatkannya dari makanan. Di sisi lain, hewan dapat memproduksinya di dalam hati sehingga tidak harus perlu memasukkannya ke dalam makanan. 

Risiko Penyakit dari Makanan Hewan

Makanan hewan mungkin dapat dikonsumsi manusia dalam kondisi tertentu. Namun, hal tersebut bukan berarti makanan hewan selalu aman untuk dikonsumsi.

Risiko dapat muncul dari keamanan pangan. Beberapa jenis makanan hewan bahkan dijual dalam kondisi benar-benar mentah.

Mengonsumsi daging mentah atau setengah matang dapat menyebabkan infeksi akibat organisme berbahaya seperti Salmonella, Listeria, Campylobacter, dan E. coli . Infeksi tersebut dapat menimbulkan berbagai gejala mulai dari  mual, muntah, sakit perut, dan diare.

Karena itu, sebaiknya makanan hewan tidak dijadikan sebagai bagian rutin dari pola makan manusia. Dalam kondisi darurat, konsumsi dalam jumlah kecil mungkin tidak langsung menimbulkan masalah, tetapi tetap ada resiko yang perlu diperhatikan.

(Agustina Wulandari )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya