Namun, selama situasinya aman, membiarkan anak menghadapi konsekuensi dari kesalahan kecil bisa membantunya belajar memecahkan masalah. Orang tua juga bisa menunjukkan cara menghadapi rasa frustrasi tanpa langsung menghilangkan semua hambatan yang dihadapi anak.
Anak yang kuat secara mental bukan berarti anak yang tidak pernah menangis, tidak boleh merasa sedih, atau selalu mampu menyelesaikan semuanya sendiri.
Kekuatan mental justru berkaitan dengan kemampuan anak mengenali dan menghadapi emosi yang sulit, mencoba menyelesaikan masalah, menghadapi kegagalan, serta meminta bantuan ketika memang membutuhkannya.
Karena itu, dukungan orang tua tetap penting. Anak membutuhkan sosok dewasa yang bisa memberikan rasa aman, menetapkan batasan yang sehat, sekaligus memberi mereka ruang untuk belajar mandiri.
(Agustina Wulandari )