Untuk membawa seluruh perlengkapan tersebut, Namira memilih menggunakan running belt. Ia mengaku kurang nyaman menggunakan running vest karena merasa keberadaan vest dapat menambah beban saat berlari.
Menurutnya, running belt terasa lebih praktis. Pasalnya, running belt bisa menyimpan berbagai perlengkapan di bagian pinggang tanpa terlalu mengganggu gerakan.
“Aku pakai running belt,” kata Namira.
“Karena aku merasa jadi berat badannya kan. Jadi aku taruhnya di running belt aja yang di perut. Karena gak terlalu kerasa,” lanjutnya.
Namira menyadari bahwa pemilihan perlengkapan lari pada dasarnya bersifat personal. Setiap pelari memiliki preferensi masing-masing dalam menentukan barang apa saja yang perlu dibawa dan bagaimana cara membawanya.
Dengan membawa barang sesuai kebutuhan dan memilih perlengkapan yang nyaman, aktivitas lari pun bisa terasa lebih praktis. Bagi pelari yang menempuh jarak jauh, persiapan seperti asupan cairan, elektrolit, dan sumber energi juga menjadi hal yang perlu diperhatikan sesuai kebutuhan masing-masing.
(Djanti Virantika)