UPDATE status bandara yang sudah bisa melayani penerbangan usai erupsi Anak Krakatau. Diketahui, sebelumnya sejumlah bandara sempat ditutup akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
Bandara tersebut adalah Bandara Soekarno Hatta di Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta, Bandara Radin Inten II di Lampung, Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Bandara Budiarto Curug di Tangerang, Bandara Pondok Cabe di Banten, Bandara Taufik Kiemas di Lampung, dan Bandara Atung Bungsu di Sumatera Selatan.
Pada Selasa (8/9/2026), pembukaan kembali dilakukan secara bertahap. Bandara Radin Inten II menjadi salah satu yang terakhir kembali beroperasi setelah sebelumnya masih berstatus closed hingga estimasi pukul 10.00 WIB.
Berdasarkan pembaruan NOTAM, total Sembilan bandara yang sebelumnya terdampak kini kembali beroperasi.
Berikut daftar bandara tersebut:
1. Bandara Internasional Soekarno-Hatta (WIII) kembali berstatus open and resumed operations berdasarkan NOTAM A3395/26 NOTAMR A3387/26 mulai pukul 00.30 WIB.
2. Bandara Halim Perdanakusuma (WIHH) kembali berstatus open berdasarkan NOTAM A3396/26 NOTAMR A3386/26 mulai pukul 00.40 WIB.
3. Bandara Husein Sastranegara (WICC), Bandung, kembali berstatus open berdasarkan NOTAM C1123/26 NOTAMR C1116/26 mulai pukul 00.42 WIB.
4. Bandara Budiarto (WIRR), Tangerang, kembali beroperasi berdasarkan NOTAM C1131/26 mulai pukul 03.01 WIB hingga 23.59 WIB.
5. Bandara Pondok Cabe (WIHP), Tangerang Selatan, kembali beroperasi berdasarkan NOTAM C1133/26 mulai pukul 03.04 WIB hingga 23.59 WIB.
6. Bandara Pagar Alam/Atung Bungsu (WIPY), Pagar Alam, telah lebih dahulu kembali berstatus open sejak pukul 08.12 WIB pada Senin (7/9/2026).
7. Bandara Muhammad Taufiq Kiemas (WILP), Lampung, kembali beroperasi berdasarkan NOTAM C1136/26 mulai pukul 09.31 WIB hingga 23.59 WIB.
8. Bandara Radin Inten II (WILL), Lampung, kembali beroperasi berdasarkan NOTAM B1159/26 mulai pukul 09.45 WIB hingga 23.59 WIB.
9. Bandara Salakanagara Tanjung Lesung (WIHI) kembali beroperasi berdasarkan NOTAM C1138/26 mulai pukul 09.50 WIB hingga 23.59 WIB.
Meski telah kembali beroperasi, kondisi penerbangan di wilayah terdampak masih dalam pemantauan. AirNav Indonesia menyebut awan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih terdeteksi di wilayah penerbangan.
Karena itu, pilot diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan selama proses kedatangan maupun keberangkatan. Pembukaan kembali bandara dilakukan berdasarkan perubahan kondisi sebaran abu, evaluasi keselamatan penerbangan, serta informasi aeronautika terbaru. Pemantauan juga mempertimbangkan hasil paper test volcanic ash yang dilakukan secara berkala di sejumlah lokasi bandara terdampak.
AirNav Indonesia memastikan pemantauan aktivitas vulkanik dan sebaran abu Gunung Anak Krakatau terus dilakukan dengan berkoordinasi bersama para pemangku kepentingan penerbangan. Pembaruan informasi aeronautika akan terus dilakukan sesuai perkembangan kondisi di lapangan.
(Djanti Virantika)