Karena itu, ibu hamil yang mengalami gangguan pernapasan setelah terpapar abu vulkanik sebaiknya tidak mengabaikan gejala dan segera mendapatkan pertolongan medis.
Paparan abu vulkanik juga dapat menyebabkan gangguan pada bagian tubuh lain. Partikel abu yang mengenai mata dapat menimbulkan rasa perih, kemerahan, dan mata berair.
Sementara itu, kulit yang terkena abu secara langsung juga dapat mengalami iritasi. Kandungan partikel tertentu dalam abu vulkanik, termasuk silika, dapat membuat paparan terasa mengganggu pada kulit dan mata.
Ibu hamil yang memiliki riwayat asma atau alergi perlu lebih waspada terhadap paparan abu vulkanik. Partikel abu yang terhirup dapat menjadi pemicu gangguan pernapasan dan memperburuk kondisi yang sudah ada sebelumnya.
Untuk mengurangi risiko paparan, ibu hamil sebaiknya membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara dipenuhi abu vulkanik dan menggunakan perlindungan yang sesuai jika harus keluar rumah. Jika muncul sesak napas atau keluhan kesehatan lain setelah terpapar abu, segera periksakan kondisi ke fasilitas kesehatan.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)