JAKARTA - Paparan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang terbawa angin hingga Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat perlu diwaspadai, termasuk oleh ibu hamil. Partikel abu yang terhirup dapat mengganggu sistem pernapasan, sementara paparan pada mata dan kulit juga berpotensi menimbulkan iritasi.
Selain keluhan fisik, kondisi lingkungan akibat abu vulkanik juga dapat membuat ibu hamil mengalami stres. Gangguan kesehatan yang cukup berat pada ibu, terutama yang berkaitan dengan pernapasan, dapat berdampak pada kondisi janin.
Abu vulkanik mengandung partikel halus yang dapat masuk ke saluran pernapasan ketika terhirup. Paparan tersebut dapat memicu sejumlah keluhan, seperti batuk, pilek, hingga sesak napas.
Pada kondisi gangguan pernapasan yang berat, asupan oksigen pada ibu dapat terganggu. Hal ini berpotensi memengaruhi suplai oksigen yang dibutuhkan janin selama berada di dalam kandungan.
Gangguan pernapasan yang berat atau kambuhnya asma akibat paparan abu vulkanik dapat menyebabkan tubuh ibu kekurangan oksigen. Kondisi tersebut perlu diperhatikan karena oksigen merupakan salah satu faktor penting bagi tumbuh kembang janin.