Penyebab Alergi Anak Bisa Berasal dari Kebiasaan Sehari-hari, Ini Penjelasannya 

Agustina Wulandari , Jurnalis
Sabtu 05 September 2026 16:05 WIB
Ilustrasi alergi anak. (Foto: dok Magnific)
Share :

JAKARTA - Belakangan ini, kasus alergi pada anak semakin sering ditemui dalam praktik dokter. Kondisi tersebut ternyata tidak selalu berkaitan dengan faktor bawaan, tetapi juga bisa dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari, mulai dari terlalu lama menatap layar hingga pola makan yang kurang sehat.

Dokter Spesialis Anak, Ardi Santoso, melalui video di akun Instagram pribadinya mengungkapkan, dirinya semakin sering menemukan anak dengan masalah alergi dalam setahun terakhir. Menurutnya, sejumlah kebiasaan modern yang banyak dilakukan anak dapat berkaitan dengan meningkatnya risiko gangguan alergi dan saluran pernapasan.

Kebiasaan Anak Bisa Tingkatkan Risiko Alergi?

Dokter Ardi menjelaskan, salah satu kebiasaan yang perlu diperhatikan adalah screen time atau durasi anak menggunakan perangkat dengan layar, seperti ponsel, tablet, dan televisi.

Berdasarkan studi yang ia paparkan, setiap tambahan satu jam screen time dalam sehari dikaitkan dengan peningkatan risiko asma sekitar 5 persen. Karena itu, orang tua perlu memperhatikan durasi anak menggunakan perangkat digital dan memastikan aktivitasnya tetap seimbang dengan bermain serta bergerak secara aktif.

Selain screen time, pola makan juga menjadi perhatian. Salah satunya adalah konsumsi ultra-processed food (UPF) atau makanan ultra-proses.

Ia menyebut, anak yang sering mengonsumsi UPF memiliki risiko asma hampir empat kali lipat dibandingkan anak yang tidak atau jarang mengonsumsinya berdasarkan studi yang ia rujuk.

UPF sendiri merupakan makanan yang telah melalui berbagai proses pengolahan dan umumnya mengandung sejumlah bahan tambahan. Contohnya dapat ditemukan pada berbagai makanan ringan kemasan, minuman berpemanis, hingga produk makanan siap santap.

Meski demikian, hubungan antara kebiasaan tersebut dan alergi tidak berdiri sendiri. Faktor genetik, lingkungan, serta kondisi kesehatan anak juga dapat berperan.

Kenali Atopic March Sejak Dini

Ilustrasi alergi kulit pada anak. (Foto: dok Magnific)

Menurut dr. Ardi, masalah alergi pada anak juga berkaitan dengan fenomena yang dikenal sebagai atopic march. Kondisi ini menggambarkan perjalanan penyakit alergi yang dapat muncul secara bertahap sejak masa kanak-kanak.

Salah satu kondisi yang sering menjadi awal perjalanan tersebut adalah eksim atau dermatitis atopik. Karena itu, menjaga kesehatan kulit anak sejak dini menjadi salah satu langkah yang penting dilakukan orang tua.

Ikatan Dokter Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) juga menekankan pentingnya menjaga kelembapan kulit, termasuk dengan penggunaan pelembap sejak bayi. Pelembap dengan kandungan seperti colloidal oatmeal dan ceramide dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu menjaga fungsi pelindung kulit.

Penggunaan pelembap secara rutin juga dikaitkan dengan penurunan risiko eksim. Dalam studi yang dipaparkan, pemakaian lotion setiap hari dapat menurunkan risiko eksim hingga 41 persen.

Namun, pemilihan produk tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kulit anak. Jika kulit mengalami ruam berat, luka, atau keluhan yang menetap, orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

Eksim Tak Hanya Berdampak pada Kulit

Eksim pada anak juga tidak bisa dianggap sekadar masalah kulit. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kenyamanan dan aktivitas sehari-hari anak.

Dokter Ardi mengungkapkan, sebuah studi pada anak usia 15 hingga 16 tahun menemukan bahwa anak yang mengalami eksim memiliki kemungkinan sekitar dua kali lebih tinggi mengalami kesulitan dalam mengikuti pelajaran di sekolah.

Rasa gatal yang muncul terus-menerus, misalnya, dapat mengganggu tidur sehingga anak menjadi lebih mudah lelah dan sulit berkonsentrasi saat belajar.

Karena itu, orang tua perlu lebih peka terhadap tanda-tanda alergi pada anak. Menjaga pola makan, membatasi screen time, memperhatikan kondisi kulit, serta memberikan perawatan kulit secara rutin dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan anak.

Pada akhirnya, anggapan bahwa anak zaman sekarang lebih mudah mengalami alergi tidak cukup dijawab dengan menyalahkan satu faktor saja. Kebiasaan sehari-hari, pola makan, lingkungan, dan faktor bawaan dapat saling berinteraksi sehingga perlu diperhatikan secara menyeluruh.

(Agustina Wulandari )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya