JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI angkat bicara soal maraknya kasus keracunan yang diduga akibat makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pihak Kemenkes bakal memberi masukan ke Badan Gizi Nasional (BGN) jika terbukti ada kesalahan dari pihak SPPG.
Diketahui, kasus keracunan yang menimpa para siswa diduga akibat makanan MBG salah satunya terjadi di Pondok Pesantren Manbaul Hikam Putat, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur. Di sana, kasusnya menimpa sekitar 512 santri.
Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, mengatakan pihaknya akan terus mengkaji dan mengevaluasi terkait berbagai kasus keracunan MBG yang terjadi. Ia menyebut bahwa Kementerian Kesehatan akan memberi masukan kepada BGN jika memang terbukti ada kesalahan dari pihak SPPG.
“Kita masih kaji terus lebih dalam. Kita mesti evaluasi, tapi kalau memang misalnya memang ada indikator yang menunjukkan bahwa ini adalah kesalahan SPPG-nya, pasti akan kita beri masukan pada BGN,” kata Dante saat diwawancarai di RS Soeharto Heerdjan, Jakarta Barat pada Jumat (4/9/2026).
Dante menegaskan bahwa saat ini yang harus diprioritaskan adalah pertolongan terhadap para siswa yang mengalami keracunan. Sementara itu, untuk investigasi dari adanya kasus tersebut akan dilakukan segera oleh Kementerian Kesehatan dan BGN.
“Jadi Kementerian Kesehatan mengevaluasi kondisi klinisnya, yang paling penting adalah menolong dulu. Ditolong dulu yang mengalami keracunan ini. Nanti investigasinya dilakukan bersama oleh Kementerian Kesehatan dan BGN, secepatnya kita akan lakukan,” tegas Dante.
Lebih lanjut, Dante juga menuturkan bahwa kasus beberapa kasus keracunan saat ini belum disematkan status kejadian luar biasa (KLB). Hal itu dikarenakan status KLB harus berdampak pada populasi secara umum.
“Kalau KLB enggak mungkin. Kalau KLB itu kan mesti harus populasi umum,” ujar Dante.
“Tapi kalau ini kejadian khusus yang harus dievaluasi, itu saya setuju. Jadi jangan jadikan kejadian luar biasa. Kalau kejadian luar biasa itu menyangkut semua populasi,” pungkasnya.
(Djanti Virantika)