Pertama adalah menjaga lingkar pinggang dan lemak perut. Penumpukan lemak di area perut memicu peradangan sistemik dalam tubuh yang diduga kuat berkontribusi pada pembesaran prostat. Pria Asia disarankan untuk memantau ukuran lingkar pinggang dan memastikannya tetap berada di bawah 90 cm.
Kedua, olahraga teratur menjadi pelindung investasi kesehatan jangka panjang. Menjaga kebugaran tidak harus melalui latihan ekstrem; konsistensi adalah kunci.
"Pria yang rajin olahraga risikonya jauh lebih rendah kena prostat di masa yang akan datang. Tidak perlu olahraga ekstrem, 150 menit seminggu plus angkat beban 2 kali," ucapnya.
Ketiga, pantau kesehatan secara berkala. Kondisi metabolik yang tidak terkelola dengan baik, seperti kadar gula darah, tekanan darah, dan kolesterol yang tinggi, dapat berdampak langsung pada kesehatan prostat. Lakukan medical check-up setidaknya setahun sekali untuk memantau kondisi tubuh.
Terakhir adalah memperbaiki pola makan. Pola konsumsi harian memegang peranan besar. Perbanyak asupan nutrisi alami dari sayuran, ikan, dan telur, serta batasi konsumsi daging merah dan makanan olahan tinggi pengawet seperti sosis atau nugget.