Ibu Hamil Boleh Makan Seafood? Ini Catatan dari Dokter

Niko Prayoga , Jurnalis
Rabu 02 September 2026 09:05 WIB
Ibu hamil. (Foto: Freepik)
Share :

IBU hamil mungkin kerap dibingungkan dengan persoalan makanan. Salah satunya hidangan laut, yakni seafood.

Ada anggapan bahwa ibu hamil harus berpantang total dari makanan laut (seafood). Namun, apakah itu fakta ataukah mitos semata?

1. Ibu Hamil Boleh Makan Seafood?

Ternyata, anggapan ibu hamil tak boleh makan seafood hanyalah mitos semata. Ibu hamil tetap bisa menikmati lezatnya udang hingga cumi-cumi tanpa perlu diliputi rasa waswas, asalkan memahami aturan mainnya.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Fajar Alam dalam unggahan video di akun Instagramnya menegaskan bahwa makanan laut pada dasarnya aman dan kaya nutrisi bagi perkembangan janin. Rasa cemas yang sering melanda para calon ibu biasanya dipicu oleh ketakutan akan paparan merkuri.

"Boleh enggak sih makan seafood? Ya, jadi ada seorang pasien, dia ibu hamil nanya, 'Boleh enggak sih makan seafood?' Jadi prinsipnya Ibu-ibu, seafood itu boleh," ujar dr. Fajar.

2. Catatan yang Harus Diperhatikan Ibu Hamil

Meski diperbolehkan, dr. Fajar memberikan catatan penting mengenai porsi dan pemilihan jenis ikan yang tepat. Konsumsi makanan laut sebaiknya tetap dibatasi dalam batas wajar, yakni sekitar 2 hingga 3 ons per hari.

Kunci utamanya terletak pada kecerdasan memilih jenis ikan yang rendah kandungan merkuri. Biasanya, ikan-ikan berukuran kecil atau yang tidak berada di puncak rantai makanan laut jauh lebih aman untuk dikonsumsi secara rutin.

"Jadi ketakutan Ibu tadi itu, dia alasannya adalah karena takut merkuri. Jadi ibu hamil tetap boleh makan makanan laut ya. Cuman memang harus dibatasi sekitar 2 sampai 3 ons 1 hari," jelas dia.

 

3. Seafood yang Aman Dimakan

Lebih lanjut, dr. Fajar merinci beberapa pilihan seafood yang sangat aman dimakan sehari-hari. Di antaranya, ada ikan sarden, teri, ikan kembung, udang, kepiting dan cumi-cumi.

"Jadi kita harus perlu tahu dulu makanan yang rendah merkuri itu apa aja, ikan-ikanan apa aja, ya. Misalnya ikan yang tergolong kecil biasanya ya, ikan sarden ini maksudnya sarden ya bukan sarden kalengan itu ya jadi ikan sarden, terus ikan teri, kemudian ikan kembung, udang, kepiting, cumi-cumi, itu semua aman. Dan ikan-ikan yang tergolong kecil bukan mata rantai di atas, ikan besar," papar dr. Fajar.

Sebaliknya, ibu hamil diimbau untuk cermat menyeleksi dan menghindari jenis ikan pemangsa berukuran besar yang berpotensi menumpuk kadar merkuri tinggi.

"Kita harus tahu yang perlu digarismerahi itu adalah ikan-ikan yang banyak mengandung merkuri tinggi. Biasanya ikan-ikan hiu, ikan tuna mata besar, kemudian ikan marlin. Nah, ini biasanya kadar merkurinya tinggi," tambah dia.

dr. Fajar menekankan kembali bahwa sebagian besar ikan yang biasa dijumpai di meja makan harian tergolong aman.

"Jadi kalau ikan-ikan yang sedang, kecil, yang kita biasa makan, itu semua normal. Merkurinya enggak terlalu tinggi dan cenderung rendah, jadi aman, enggak apa-apa,” tegas dr. Fajar.

Selain jenis ikan, syarat mutlak lain yang tak boleh ditawar oleh ibu hamil adalah tingkat kematangan masakan. Makanan laut yang dikonsumsi wajib diolah hingga benar-benar matang sempurna untuk mengeliminasi risiko bakteri dan parasit.

Bagi pencinta hidangan khas Jepang seperti sushi, tidak perlu berkecil hati. Ibu hamil tetap bisa memanjakan lidah tanpa harus mengorbankan kesehatan janin.

"Ingat prinsipnya Ibu hamil, masaknya harus matang. Nah, untuk sushi, ingat di Indonesia ada sushi yang matang juga, enggak semua sushi mentah. Sushi yang matang, dimasak sempurna, boleh," pungkas dia.

(Djanti Virantika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya