Wajib Tahu! Lima Hal Sederhana Ini Gejala Gagal Ginjal pada Tubuh

Niko Prayoga , Jurnalis
Senin 31 Agustus 2026 08:05 WIB
Ilustrasi mata bengkak jadi gejala gagal ginjal. (Foto: dok Magnific)
Share :

JAKARTA — Ginjal memainkan peranan penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh dan menyaring racun sisa metabolisme. Namun, sering kali perubahan fisik yang disebabkan oleh menurunnya fungsi organ vital ini tidak disadari sejak dini.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Ginjal dan Hipertensi, dr. Decsa Medika Hertanto dalam unggahan video di Instagramnya membagikan daftar lima gejala utama gagal ginjal yang paling sering dijumpai di ruang praktik medis.

“Top 5 gejala gagal ginjal. Disclaimer, saya dokter ginjal, dan 5 gejala yang tak sebutin nanti itu berdasarkan kasus-kasus yang sering tak temuin,” ujar dr. Decsa, dikutip Minggu (30/8/2026).

Gejala Gagal Ginjal

Salah satu pertanda awal yang paling mudah terlihat adalah akumulasi cairan di area mata maupun ekstremitas bawah seperti kaki hingga menyebabkan kaki dan mata bengkak.

“Di nomor 5, biasanya kaki dan mata bengkak. Nah, ginjal itu fungsinya untuk ngebuang kelebihan air. Jika ginjal rusak, maka ginjal nggak bisa buang cairan. Jadi numpuk di dalam tubuh dan bikin bengkak,” tuturnya.

Kemudian ada juga keluhan kulit gatal yang tak kunjung sembuh juga perlu diwaspadai sebagai sinyal masalah internal tubuh. Hal itu mengindikasikan bahwa fungsi ginjal untuk menyaring racun sudah terganggu.

“Nah, di nomor 4, kulit gatal nggak sembuh-sembuh. Nah, fungsi ginjal itu salah satunya menyaring sampah dan racun. Nah, kalau fungsi ginjal itu terganggu, maka numpuk di kulit dan bikin gatal,” ucap dr. Decsa.

Ilustrasi mudah merasa lemas. (Foto: dok Magnific)

Ketiga adalah mudah merasa lelah dan lemas. Ginjal yang sehat memproduksi hormon penting yang merangsang pembentukan sel darah merah. Ketika fungsi ini terganggu, pasien rentan mengalami anemia. 

“Di nomor 3, gampang capek dan lemes. Fungsi ginjal dalam penghasil hormon penambah darah akan hilang jika ginjal kita rusak. Maka pasien-pasien gagal ginjal akan cenderung kurang darah alias anemia. Walhasil, lemes,” ungkapnya.

Nomor dua adalah muntah dan mual berkelanjutan atau disebut juga uremic syndrome. Hal itu karena penumpukan racun atau zat sisa di dalam darah dapat memicu efek domino pada sistem pencernaan, khususnya organ lambung.

“Di nomor 2, mual dan muntah berkelanjutan. Ini yang dinamakan dengan uremic syndrome. Sampah dan racun yang numpuk akan bikin lambung hiperaktif dan bikin mual dan muntah,” kata dr. Decsa.

Dan hal pertama yang paling membahayakan dari penyakit ginjal kronis justru adalah ketiadaan gejala fisik pada tahap awal perkembangan penyakit.

“Dan nomor 1, tanpa gejala sama sekali. Yap, kalian enggak salah denger. Stadium 1 sampai 3 penyakit ginjal kronis itu hampir enggak ada gejala apa-apa. Kalian bisa ngerasa sehat, aktif, enggak ada keluhan, padahal fungsi ginjal udah turun signifikan,” paparnya.

Deteksi Dini lewat Uji Laboratorium

Dokter Decsa menambahkan bahwa berbagai tanda fisik umumnya baru memanifestasikan diri ketika kerusakan ginjal telah memasuki tahap lanjut. Oleh karena itu, deteksi dini melalui uji laboratorium menjadi langkah paling krusial.

“Gejala-gejala yang saya sebutin tadi di atas biasanya baru muncul stadium 4 dan stadium 5, di mana kerusakannya sudah sangat berat. Jangan lupa juga periksa darah dan urin secara rutin dengan medical check-up,” katanya.

(Agustina Wulandari )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya