Tidak hanya soal cairan, kebiasaan mengonsumsi obat-obatan secara sembarangan juga menduduki posisi ketiga sebagai pemicu kerusakan ginjal. Penggunaan obat pereda nyeri tanpa pengawasan medis dalam jangka panjang sangat tidak dianjurkan.
"Asal minum obat nyeri. Obat warung buat pegel, nyeri yang diminum rutin tanpa anjuran dokter, tanpa pengawasan dan dilakukan terus-menerus, ini bisa merusak ginjal kalian," tegas dr. Decsa.
Sementara di posisi kedua, pola makan tinggi garam dan gula menjadi ancaman nyata yang makin marak di era gaya hidup modern. dr. Decsa mengingatkan bahwa kebiasaan itu bisa meningkatkan risiko hipertensi dan diabetes.
Di posisi puncak, kebiasaan yang paling sering diremehkan (underrated) namun berdampak sistemik adalah kurang tidur dan begadang secara kronis. Waktu istirahat yang tidak cukup mengganggu stabilitas tekanan darah dan metabolisme tubuh secara keseluruhan.
"Tahukah kalian, jika kalian kurang tidur tekanan darah itu gampang naik dan gula berisiko naik juga karena nyemil tengah malam," ungkap dr. Desca.
Melihat tingginya risiko dari kebiasaan harian tersebut, dr. Decsa mengajak masyarakat untuk mulai lebih peka dan mengevaluasi gaya hidup masing-masing sebelum terlambat.
"Intinya, mulai aware aja. Ada gak kebiasaan di atas yang masih terus dilestarikan entah sampai kapan? Udah paham kan?" pungkas dr. Decsa.
(Djanti Virantika)